5 Tanda Stres Kronis yang Terlihat di Kulit, Tak Cuma Jerawat
Setiap orang pernah stres. Namun jika sampai stres kronis maka bisa memengaruhi kondisi tubuh termasuk kulit. Berikut tanda stres kronis yang terlihat di kulit.
Tanpa disadari, stres menumpuk tanpa dikelola sampai menjadi stres kronis. Stres kronis bisa meningkatkan risiko depresi, menurunkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Apa stres kronis bisa dikenali? Kamu bisa mengenali tanda stres lewat perubahan-perubahan pada kulit.
Tanda stres kronis yang terlihat di kulit
Beberapa gejala stres dapat muncul di kulit. Kenapa bisa demikian? Melansir dari WebMD, stres dapat memicu reaksi kimia tubuh sehingga membuat kulit menjadi lebih sensitif dan reaktif.
Jerawat sering dikaitkan dengan stres. Stres memang bisa memicu jerawat sebab tubuh memproduksi kortisol yang membuat kelenjar kulit merilis lebih banyak minyak. Kulit berminyak lebih rentan berjerawat dan terkena masalah kulit lain.
Akan tetapi, jerawat hanya satu di antara tanda stres kronis berikut yang perlu mendapat perhatian lebih.
1. Kantong di bawah mata
Kantong di bawah mata lebih umum terjadi akibat pertambahan usia. Seiring bertambah usia, otot pendukung di sekitar mata melemah. Selain itu, kulit kendur akibat kehilangan elastisitas juga mendorong kemunculan kantong mata.
Melansir dari Healthline, riset menemukan stres akibat kurang tidur dapat meningkatkan tanda penuaan termasuk elastisitas kulit berkurang.
2. Kulit kering
Stres dapat membuat kulit kering. Sebuah tinjauan pada 2014 menyebut ada dua penelitian pada tikus yang membuktikan bahwa stres mengganggu fungsi pelindung stratum korneum.
Stratum korneum adalah lapisan terluar kulit. Lapisan mengandung protein dan lipid yang berperan penting dalam menjaga hidrasi sel kulit. Saat fungsi lapisan ini terganggu, kulit bisa kering dan gatal.
3. Ruam
Stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Salah satu dampaknya adalah ketidakseimbangan bakteri usus dan kulit atau disebut disbiosis.
Ketidakseimbangan bakteri ini memicu kemerahan atau ruam di kulit. Buat orang yang sudah memiliki kondisi psoriasis, eksim, dan dermatitis kontak, stres dapat memperburuk kondisi kulit.
4. Kerutan
Stres berkontribusi pada kemunculan tanpa penuaan terutama kerutan. Stres memicu perubahan pada protein kulit dan mengurangi elastisitasnya. Akibatnya, muncul kerutan.
5. Gatal di kulit kepala
Kulit kepala juga tidak luput dari dampak stres kronis. Stres membuat kulit jadi kering termasuk kulit kepala. Kondisi kekeringan pada kulit kepala dapat memicu gatal-gatal. Tak hanya itu, stres juga dapat membuat rambut rontok.
(els)