Golongan Darah yang Paling Sering Digigit Nyamuk, Ini Faktanya

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 08:15 WIB
Ilustrasi nyamuk
Ilustrasi. Konon, nyamuk suka menghisap orang dengan golongan darah tertentu. (Pixabay/skeeze)
Jakarta, CNN Indonesia --

Golongan darah yang paling sering digigit nyamuk ternyata bukan sekadar mitos. Penelitian menunjukkan adanya kecenderungan nyamuk lebih menyukai orang dengan golongan darah tertentu, meski bukan berarti golongan darah lainnya aman dari gigitan.

Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University Upik Kesumawati, menjelaskan bahwa anggapan orang dengan golongan darah O lebih sering digigit nyamuk memiliki dasar ilmiah.

Dalam IPB Podcast yang tayang di kanal YouTube IPB TV, Upik mengungkapkan penelitian di Jepang pada 2004 menemukan nyamuk lebih sering mengisap darah individu bergolongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, orang dengan golongan darah O memiliki senyawa volatil yang lebih banyak dibandingkan orang bergolongan darah A. Senyawa tersebut antara lain asam laktat dan karbon dioksida (CO2) yang dapat membantu nyamuk mendeteksi keberadaan manusia.

"Orang yang bergolongan darah O mempunyai senyawa-senyawa volatil yang lebih banyak dibandingkan orang yang bergolongan darah A. Misalnya menghasilkan asam laktat atau karbon dioksida (CO2) lebih banyak, sehingga lebih mudah dideteksi oleh nyamuk," ujar Upik mengutip laman IPB University.

Bukan berarti golongan darah lain aman

Meski golongan darah O cenderung lebih disukai, bukan berarti orang dengan golongan darah A, B, atau AB terbebas dari gigitan nyamuk. Upik menegaskan bahwa semua orang tetap berpotensi menjadi sasaran nyamuk. Hanya saja, terdapat kecenderungan nyamuk lebih menyukai individu dengan golongan darah O.

"Siapa pun bisa dihisap darahnya, hanya saja ada kecenderungan golongan darah O lebih disukai," katanya.

Selain golongan darah, ada sejumlah faktor lain yang dapat membuat seseorang lebih mudah terdeteksi nyamuk. Karbon dioksida yang dikeluarkan saat bernapas, panas tubuh, kelembapan, serta aroma tubuh dapat menjadi petunjuk bagi nyamuk untuk menemukan manusia.

Ada satu hal lain yang perlu diluruskan mengenai nyamuk. Darah sebenarnya bukan makanan utama bagi serangga tersebut.

Upik menjelaskan, darah dibutuhkan oleh nyamuk betina untuk membantu proses reproduksi dan pematangan telur. Sementara itu, nyamuk jantan tidak mengisap darah manusia.

Nyamuk jantan memperoleh energi dari cairan tanaman dan nektar bunga. Dengan demikian, gigitan nyamuk yang dialami manusia berasal dari nyamuk betina.

Pakaian gelap juga bisa menarik nyamuk

Ketertarikan nyamuk terhadap manusia tidak hanya berkaitan dengan golongan darah yang paling sering digigit nyamuk. Warna pakaian juga dapat memengaruhi seberapa mudah seseorang didatangi nyamuk.
Menurut Upik, pakaian berwarna gelap cenderung menyerap panas sehingga membuat tubuh lebih hangat. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah menarik perhatian nyamuk.

"Nyamuk menyukai kondisi hangat dan lembap. Karena itu orang yang menggunakan pakaian gelap lebih sering didatangi nyamuk," ujarnya.

Karena itu, selain memperhatikan lingkungan sekitar, penggunaan pakaian yang lebih tertutup dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko gigitan.

Jadi, golongan darah yang paling sering digigit nyamuk adalah golongan O berdasarkan kecenderungan yang ditemukan dalam penelitian.

Namun, golongan darah bukan satu-satunya faktor yang membuat seseorang menarik bagi nyamuk. Semua orang tetap berpotensi digigit sehingga menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan perlindungan diri tetap penting.

(tis/tis)
placeholder