Tersembunyi di Hutan Meksiko, Kota Kuno Maya Punya Piramida 40 Meter

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Agu 2026 13:10 WIB
Tersembunyi di Hutan Meksiko, Kota Kuno Maya Punya Piramida 40 Meter
Ichkabal, kota Suku Maya yang tersembunyi di Hutan Meksiko. (Wikimedia Commons)
Jakarta, CNN Indonesia --

Semenanjung Yucatán menjadi salah satu kawasan wisata utama di Meksiko. Namun, mayoritas wisatawan biasanya hanya mengunjungi bagian utara, terutama kawasan megaresor Cancún dan pesisir Karibia yang dikenal sebagai Riviera Maya.

Padahal, bagian selatan semenanjung ini menawarkan suasana yang berbeda. Untuk mencapainya, wisatawan harus bersiap menempuh perjalanan cukup jauh. Semenanjung Yucatán sendiri mencakup wilayah Meksiko, Belize, dan Guatemala dengan luas hampir menyamai Inggris Raya.

Dalam perjalanan menuju selatan dari Cancún, wisatawan akan melihat perubahan lanskap. Hutan dan semak yang semula tampak rendah perlahan berubah menjadi semakin gelap dan lebat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik lebatnya hutan tersebut, tersembunyi sejumlah peninggalan peradaban Maya. Salah satunya adalah Ichkabal, sebuah kota kuno suku Maya yang menawarkan pengalaman wisata sejarah sekaligus petualangan.

Melansir The Week, Ichkabal berada di bagian selatan negara bagian Quintana Roo, sekitar 40 kilometer dari Bacalar dan Laguna de los Siete Colores, serta sekitar 75 kilometer dari Chetumal. Nama Ichkabal berasal dari bahasa Maya dan diterjemahkan sebagai entre bajos, yang berarti 'di antara dataran rendah'.

Kota kuno ini diperkirakan mencapai masa kejayaan antara 200 hingga 600 Masehi. Setelah itu, Ichkabal ditinggalkan dan tersembunyi selama ratusan tahun sebelum mulai diteliti oleh para arkeolog pada 1994.

Salah satu daya tarik utama Ichkabal adalah piramidanya yang memiliki tinggi sekitar 40 meter. Bangunan tersebut bahkan lebih tinggi daripada sejumlah piramida terkenal di Chichén Itzá.

Piramida itu berdiri di samping area pusat yang luas dan dikelilingi sejumlah bangunan lainnya. Kompleks tersebut sebelumnya tertutup vegetasi dan berada di tengah hutan hujan yang lebat.

Setelah melalui proses penelitian dan persiapan, Ichkabal resmi dibuka untuk wisatawan pada Januari 2025. Sejak saat itu, situs arkeologi tersebut mulai menarik perhatian wisatawan yang ingin melihat peninggalan peradaban Maya dari sisi yang berbeda.

Dalam satu tahun sejak pembukaannya, Ichkabal tercatat telah dikunjungi lebih dari 38.000 wisatawan. Selain Ichkabal, wisatawan yang menjelajahi kawasan selatan Yucatán juga dapat mengunjungi Laguna de los Siete Colores atau Lagoon of Seven Colours.

Danau yang berada di kawasan Bacalar tersebut memiliki air jernih dengan gradasi warna biru yang menjadi daya tarik utamanya. Laguna ini juga menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati aktivitas air, termasuk snorkeling.

Jauh dari keramaian megaresor Cancún dan Riviera Maya, kawasan selatan Yucatán menawarkan pengalaman berbeda. Wisatawan dapat menjelajahi peninggalan peradaban Maya sekaligus menikmati lanskap alam yang masih dikelilingi hutan.

(dnd/tis)