7 Tanda Anak Merasa Nyaman dan Aman dengan Orang Tua

CNN Indonesia
Rabu, 23 Sep 2026 05:00 WIB
Mother and daughter playing games at home
Ilustrasi. Ciri-ciri anak merasa dekat dengan orang tua. (istockphoto/MStudioImages)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Hubungan anak dan orang tua tidak hanya membentuk kedekatan emosional, tetapi juga turut memengaruhi cara anak memahami dunia di sekitarnya. Lantas, apa saja tanda anak merasa nyaman dengan orang tua?

Dikutip dari Raising Children, anak belajar mengenal dirinya sendiri dan dunia melalui hubungan dengan orang tua, anggota keluarga, serta pengasuh. Interaksi dan komunikasi membuat anak dapat mengekspresikan dirinya, baik melalui tangisan, tawa, maupun pertanyaan.

Respons yang diterima anak kemudian menjadi informasi penting tentang bagaimana dunia bekerja dan bagaimana mereka sebaiknya merespons suatu situasi. Ketika hubungan dengan orang tua terasa aman dan nyaman, anak dapat belajar berpikir, memahami, berkomunikasi, berperilaku, mengekspresikan emosi, hingga mengembangkan keterampilan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Respons orang tua yang hangat terhadap kebutuhan anak juga dapat membantu mereka merasa tenteram sekaligus membangun ikatan yang kuat. Rasa aman tersebut pada akhirnya membuat anak lebih percaya diri untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.

Tanda anak merasa nyaman dan aman dengan orang tua

Anak yang merasa nyaman dengan orang tua biasanya menunjukkan sejumlah sinyal melalui perilaku sehari-hari. Tanda tersebut tidak selalu berupa ucapan langsung, tetapi bisa terlihat dari cara mereka berinteraksi dan mencari kedekatan.

Berikut beberapa tanda anak merasa nyaman dengan orang tua seperti dilansir berbagai sumber:

1. Anak mengungkapkan rasa sayang

Salah satu tanda anak memiliki ikatan yang kuat dengan orang tua adalah ketika mereka tidak ragu mengungkapkan rasa sayang. Dikutip dari Romper, anak yang menunjukkan kasih sayang tanpa diminta dapat menjadi tanda bahwa mereka merasa nyaman dengan orang tuanya.

Pakar tumbuh kembang anak sekaligus penulis The Emotionally Healthy Child, Maureen Healy, mengatakan anak yang secara spontan menunjukkan kasih sayang telah membangun rasa aman dalam hubungan dengan orang tua.

Ungkapan sederhana seperti 'Aku sayang Bunda' atau keinginan untuk duduk berdekatan bisa menjadi bentuk kasih sayang yang ditunjukkan anak.

2. Anak sering memberikan senyuman

Senyuman juga dapat menjadi salah satu tanda anak merasa aman dan tenteram bersama orang tua. Ketika Si Kecil menatap orang tua kemudian memberikan senyuman dengan ekspresi gembira, orang tua dapat meresponsnya dengan senyuman, pelukan, atau sentuhan hangat.

Respons tersebut membantu anak memahami bahwa komunikasi yang mereka lakukan diterima dengan baik.

3. Anak mencari kepastian dari orang tua

A family is walking outdoors near an airport area. A father is carrying a young child on his shoulders while the child stretches their arms outward. The mother is walking beside them, smiling. Airport infrastructure and aircraft are visible in the background behind a fence. The scene takes place during daytime and shows a family travel moment connected to aviation, transportation, and outdoor movement near an airport.Ilustrasi. Ada beberapa tanda anak merasa nyaman dengan orang tua. (Getty Images/ZeynepKaya)

Anak yang merasa aman tidak selalu berarti tidak pernah takut atau ragu. Sebaliknya, mereka justru dapat mencari orang tua ketika menghadapi situasi yang belum familiar.

Misalnya, ketika bertemu orang baru atau berada di tempat yang belum pernah dikunjungi, anak mungkin akan melihat atau bertanya kepada orang tua untuk mengetahui apakah situasi tersebut aman.

Psikolog klinis Michael Mintz mengatakan anak balita cenderung melihat respons orang tua ketika menghadapi situasi baru.

"Pada masa balita, anak-anak cenderung menanyakan orang tua mereka dalam situasi baru, misalnya ketika bertemu orang baru. Respons orang tua menjadi panduan bagi anak," ujar Mintz.

Dengan kata lain, orang tua menjadi semacam tempat untuk mendapatkan kepastian ketika anak sedang menghadapi sesuatu yang belum mereka pahami.

4. Anak tidak ragu memeluk terlebih dahulu

Perhatikan apakah anak sering berinisiatif untuk mendekati dan memeluk orang tua. Ketika anak dengan spontan bergerak mendekat untuk mendapatkan pelukan, hal tersebut dapat menunjukkan rasa kasih sayang sekaligus keterikatan yang aman.

Hal serupa juga dapat terlihat ketika anak senang bermanja-manja dengan orang tua, terutama menjelang waktu tidur. Keinginan untuk mendapatkan kedekatan fisik merupakan salah satu cara anak mencari rasa aman.

5. Anak membuatkan sesuatu untuk orang tua

Rasa sayang anak tidak selalu ditunjukkan melalui kata-kata. Sebagian anak justru mengekspresikannya dengan membuat atau memberikan sesuatu kepada orang tua.

Hadiah tersebut tidak harus berupa barang mahal. Gambar, prakarya, atau benda sederhana yang dibuat sendiri bisa menjadi bentuk perhatian anak. Jangan buru-buru menganggap gambar atau prakarya anak sebagai sesuatu yang sepele. Bagi anak, memberikan hasil karyanya kepada orang tua bisa menjadi salah satu cara menunjukkan kasih sayang.

6. Anak senang berbagi cerita

Anak yang merasa nyaman biasanya tidak ragu menceritakan pengalaman, hal yang mereka sukai, atau sesuatu yang membuat mereka penasaran kepada orang tua. Cerita tersebut mungkin terdengar sederhana, seperti pengalaman bermain bersama teman, melihat sesuatu yang menarik, atau kegiatan yang dilakukan di sekolah.

Orang tua sebaiknya tidak mengabaikan momen tersebut. Dengarkan cerita anak dengan penuh perhatian dan tunjukkan ketertarikan terhadap apa yang mereka sampaikan. Kebiasaan mendengarkan secara aktif dapat membantu membangun kepercayaan sekaligus memperkuat ikatan antara anak dan orang tua.

7. Anak datang kepada orang tua saat merasa tidak aman

Anak yang memiliki keterikatan aman biasanya akan mencari orang tua ketika sedang sedih, takut, kesal, atau terluka. Menurut Mintz, anak percaya bahwa orang tua dapat membantu menenangkan dan memberikan dukungan ketika mereka sedang menghadapi situasi yang tidak nyaman.

"Seorang anak yang memiliki keterikatan yang aman mungkin akan mencari orang tuanya ketika mereka sedang kesal atau terluka. Mereka yakin akan dapat ditenangkan dengan dukungan sosial orang tuanya," tutur Mintz.

Karena itu, ketika anak datang untuk mencari pelukan, meminta bantuan, atau sekadar ingin berada di dekat orang tua saat sedang menghadapi masalah, hal tersebut bisa menjadi sinyal bahwa mereka merasa aman dalam hubungan tersebut.

(tis/tis)