Beauty Privilege: Mitos atau Realita di Dunia Modern?

Advertorial | CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 00:00 WIB
adv cnn
Foto: Arsip Dermaster
Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam banyak situasi, mulai dari wawancara kerja hingga pertemuan dengan orang baru, kesan pertama sering kali terbentuk hanya dalam hitungan detik. Tak jarang, orang dengan penampilan yang dinilai menarik memperoleh perhatian maupun respons yang lebih positif dibandingkan orang lain.

Fenomena tersebut dikenal sebagai beauty privilege, yakni kecenderungan masyarakat memberikan penilaian yang lebih baik kepada individu berdasarkan daya tarik fisiknya.

Meski kerap memicu perdebatan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa fenomena ini memang memiliki dasar ilmiah. Salah satunya sebuah studi yang dipublikasikan dalam Royal Society Open Science pada 2024.

Studi itu menemukan bahwa individu yang sama dapat memperoleh penilaian lebih tinggi terkait kecerdasan, kepercayaan, dan karakter positif lainnya ketika tampil dalam versi yang dianggap lebih menarik secara visual.

Temuan tersebut sejalan dengan konsep attractiveness halo effect, yaitu kecenderungan manusia mengaitkan penampilan yang menarik dengan kualitas positif lainnya. Untuk itu, tak heran jika penampilan sering kali memengaruhi kesan pertama, bahkan sebelum seseorang menunjukkan kemampuan atau kepribadiannya.

Penampilan Jadi Bagian dari Komunikasi

Dalam dunia profesional maupun kehidupan sosial, penampilan tidak hanya dipandang sebagai persoalan estetika. Cara seseorang merawat diri, menjaga kebersihan, hingga kondisi kulit menjadi bagian dari komunikasi nonverbal yang turut memengaruhi kesan pertama.

Hal itu bukan berarti penampilan menentukan kualitas seseorang. Namun, secara psikologis manusia memang cenderung mengandalkan informasi visual saat membangun persepsi awal terhadap orang lain.

Di sisi lain, penampilan juga berkaitan dengan kepercayaan diri. Ketika seseorang merasa nyaman dengan dirinya, ia cenderung lebih percaya diri dalam berinteraksi, berbicara, dan mengambil berbagai kesempatan yang datang.

Dalam konteks ini, merawat diri bukan lagi sekadar persoalan estetika. Bagi banyak orang, hal tersebut menjadi bagian dari bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai peran dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Kecantikan Modern Tidak Lagi Tentang Kesempurnaan

Menariknya, cara pandang terhadap kecantikan juga terus berubah. Jika dahulu fokus utama sering kali berada pada perubahan yang terlihat drastis, kini semakin banyak orang lebih tertarik pada konsep skin quality dan healthy aging.

Fokusnya bukan lagi mengejar standar kecantikan tertentu, melainkan menjaga kulit tetap sehat, terawat, dan terlihat segar dalam jangka panjang.

Perubahan ini menunjukkan bahwa kecantikan modern semakin personal. Setiap orang memiliki kebutuhan, kondisi kulit, dan tujuan yang berbeda.

Karena itu, pendekatan yang tepat bukanlah mengikuti tren secara membabi buta, melainkan memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh kulit masing-masing.

Merawat Diri sebagai Investasi Jangka Panjang

Beauty privilege mungkin bukan sekadar mitos. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita memaknai hubungan antara penampilan, kepercayaan diri, dan cara kita merawat diri di tengah kehidupan modern yang semakin visual.

Merawat kulit dan penampilan tidak harus dipandang sebagai upaya mengejar kesempurnaan. Sebaliknya, hal tersebut dapat menjadi bentuk investasi terhadap rasa percaya diri, profesionalisme, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Bagi Anda yang ingin mengetahui kondisi kulit secara lebih mendalam, berkonsultasi dengan dokter menjadi langkah awal untuk menentukan jenis perawatan yang tepat.

Pendekatan seperti ini juga diterapkan oleh Dermaster Clinic, yang merancang program perawatan berdasarkan kondisi dan kebutuhan setiap individu. Itu karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda.

Untuk mendukung perawatan tersebut, Dermaster Clinic juga menghadirkan promo, yakni diskon up to 15% untuk berbagai rangkaian treatment.

Pilihan treatment pun beragam, mulai dari Hydrafacial, Skin Booster, Infusion, Botox, Filler, hingga APTOS Thread Lift, sehingga Anda bisa menyesuaikan rangkaian perawatan sesuai kebutuhan kulit dan hasil yang ingin dicapai, dengan manfaat yang lebih maksimal.

Pada akhirnya, beauty privilege bukan hanya tentang bagaimana orang lain memandang kita, tetapi juga tentang bagaimana kita memandang diri sendiri.

Penampilan mungkin tidak menentukan seluruh perjalanan seseorang, namun tidak dapat dipungkiri bahwa cara kita merawat diri dapat memengaruhi rasa percaya diri, kualitas interaksi sosial, dan bagaimana kita menjalani berbagai peran dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah dunia yang semakin visual, mungkin pertanyaannya bukan lagi apakah beauty privilege itu nyata atau tidak. Melainkan, apakah kita sudah memberikan perhatian yang cukup pada diri kita sendiri.

(adv/adv)