Anak Sering Ngorok Saat Tidur, Kapan Harus Diperiksa?

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 18:30 WIB
Ilustrasi. Anak ngorok. (iStockphoto/dragana991)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suara ngorok saat anak tidur mungkin terdengar biasa, terutama ketika anak sedang pilek atau kelelahan. Namun, jika anak hampir selalu mengorok setiap kali tidur, orang tua sebaiknya mulai memperhatikannya.

Anak yang sering mengorok dapat mengalami gangguan pernapasan saat tidur, salah satunya obstructive sleep apnea (OSA). Kondisi ini terjadi ketika saluran napas menyempit atau tertutup sehingga aliran udara terganggu dan napas dapat berhenti beberapa kali selama tidur.

Meski demikian, anak yang mengorok belum tentu mengalami sleep apnea. Lantas, apa saja penyebab anak mengorok dan kapan kondisi tersebut perlu diperiksakan?

Penyebab anak mengorok

Ada sejumlah kondisi yang dapat membuat anak lebih mudah mengorok saat tidur, antara lain:

1. Amandel dan adenoid membesar

Melansir Journal of Pediatric Health Care, pembesaran amandel dan adenoid, yakni jaringan yang berada di belakang hidung, merupakan salah satu kondisi yang berkaitan dengan OSA pada anak.

Ketika kedua jaringan tersebut membesar, saluran napas dapat menjadi lebih sempit, terutama saat anak tidur. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan suara ngorok dan, pada sebagian anak, gangguan pernapasan saat tidur.

2. Berat badan berlebih atau obesitas

Berat badan berlebih juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan saat tidur. Jaringan di sekitar saluran napas dapat membuat saluran tersebut lebih mudah menyempit ketika anak tidur.

Karena itu, kondisi berat badan anak juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika anak memiliki kebiasaan mengorok.

3. Hidung tersumbat atau infeksi saluran pernapasan

Pilek dan infeksi saluran pernapasan dapat menyebabkan hidung tersumbat. Akibatnya, anak menjadi lebih sulit bernapas melalui hidung dan cenderung bernapas melalui mulut saat tidur.

Kondisi tersebut dapat membuat anak lebih mudah mengorok. Biasanya, ngorok akibat hidung tersumbat akan membaik setelah infeksi atau pilek mereda.

4. Kelainan bentuk wajah atau saluran napas

Mengutip American Academy of Pediatrics (AAP), beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko OSA pada anak, termasuk kelainan bentuk wajah atau tengkorak.

Gangguan pada otot dan saraf yang berperan dalam proses pernapasan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan napas saat tidur.

Jangan hanya memperhatikan suara ngorok

Orang tua sebaiknya tidak hanya memperhatikan apakah anak mengorok, tetapi juga mengamati pola napas dan kualitas tidurnya.

Kebiasaan mengorok pada anak dan remaja dapat ditanyakan saat pemeriksaan kesehatan. Jika anak sering mengorok dan menunjukkan tanda gangguan pernapasan saat tidur, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan tidur.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan orang tua antara lain:

• anak mengorok hampir setiap kali tidur, bukan hanya ketika sedang pilek;
• terdapat jeda ketika anak bernapas;
• anak tiba-tiba tersentak atau seperti terengah-engah saat tidur;
• tidur terlihat gelisah;
• anak sering bernapas melalui mulut;
• anak sulit berkonsentrasi atau mengalami perubahan perilaku;
• pertumbuhan anak tidak optimal.

Jika menemukan tanda-tanda tersebut, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Bagaimana cara mengatasi anak yang mengorok?

Penanganan anak yang mengorok bergantung pada penyebabnya. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung memberikan obat atau semprotan hidung tanpa mengetahui penyebab anak mengorok.

Jika ngorok disebabkan oleh hidung tersumbat akibat pilek atau infeksi saluran pernapasan, penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Sementara itu, pada anak dengan berat badan berlebih atau obesitas, pengelolaan berat badan dapat menjadi bagian dari penanganan.

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan atau terapi lain sesuai penyebab dan tingkat keparahan gangguan pernapasan saat tidur.

Mengorok saja belum cukup untuk memastikan anak mengalami sleep apnea. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui apakah suara ngorok tersebut hanya sementara atau berkaitan dengan gangguan pernapasan saat tidur.

Jadi, mengatasi anak yang mengorok bukan sekadar membuat suara tersebut berhenti. Hal yang lebih penting adalah mencari tahu penyebabnya. Sebab, anak yang terlihat tidur nyenyak belum tentu bernapas dengan baik sepanjang malam.

(anm/tis)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK