Ciri-ciri Wajah Orang Have, Bisa Diukur Lewat Fisiognomi

CNN Indonesia
Selasa, 25 Agu 2026 12:30 WIB
Shot of a gorgeous and elegant young woman out on a shopping spree
Ilustrasi. Orang have bisa dilihat dari bentuk wajah. (Istockphoto/PeopleImages)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Melihat wajah seseorang ternyata tak hanya berkaitan dengan penampilan. Dalam tradisi fisiognomi atau ilmu membaca wajah, bentuk dan karakteristik wajah dipercaya dapat menggambarkan kepribadian hingga keberuntungan seseorang.

Di Korea Selatan, praktik membaca wajah atau gwansang masih dikenal hingga kini. Masyarakat umum juga banyak mendatangi ahli tersebut untuk mencari petunjuk mengenai kehidupan dan keberuntungan, seperti ketika melakukan pembacaan saju atau garis tangan.

Salah satu ahli fisiognomi yang telah menekuni bidang ini selama hampir enam dekade adalah Shin Ki-won, 85 tahun. Dalam wawancara dengan The Korea Herald, ia mengatakan tidak ada seseorang yang dapat sepenuhnya menjalani kehidupan yang bertentangan dengan karakteristik fisiognominya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, seperti apa ciri wajah yang dianggap have dan membawa keberuntungan?

Wajah yang dianggap baik

Menurut Shin, wajah yang baik adalah wajah yang memiliki keselarasan dengan karakteristik dasar alam. Dalam fisiognomi, setiap bagian wajah dianalogikan dengan unsur alam tertentu.

Dahi dan dagu, misalnya, diibaratkan sebagai langit dan bumi. Mata dianggap seperti sungai, hidung seperti gunung, mulut seperti laut, sedangkan alis dianalogikan sebagai tumbuhan.

Karena itu, dahi dan dagu yang lebar serta tinggi dianggap memiliki karakteristik yang baik. Hidung idealnya terlihat kokoh dan berwibawa seperti gunung. Namun, hidung yang terlalu tinggi justru dipercaya dapat menjadi pertanda seseorang akan menjalani kehidupan yang kesepian.

Sementara itu, mulut sebaiknya berukuran lebar. Dalam kepercayaan fisiognomi, mulut yang kecil dianggap dapat menghambat seseorang mencapai kesuksesan besar.

Alis juga menjadi bagian yang diperhatikan. Alis yang menyambung dan terawat dianggap lebih baik. Secara keseluruhan, bentuk wajah yang harmonis dan tidak terlalu sempit dinilai sebagai karakteristik yang ideal.

Tahi lalat juga dipercaya punya makna

Bukan hanya bentuk wajah, posisi tahi lalat juga dipercaya dapat berkaitan dengan nasib seseorang. Shin mengatakan tahi lalat di telinga kiri kerap dikaitkan dengan kecerdasan, sedangkan tahi lalat di telinga kanan dianggap sebagai tanda seseorang memiliki sifat berbakti kepada orang tua.

Tahi lalat di dekat sudut mata memiliki tafsir yang kurang baik karena dipercaya berkaitan dengan kemungkinan seseorang kehilangan pasangan. Sementara itu, tahi lalat di pelipis justru dianggap sebagai tanda keberuntungan.

Dalam tradisi ini, bahkan tinggi badan ikut diperhitungkan. Shin berpendapat bahwa orang bertubuh lebih pendek justru lebih banyak ditemukan di antara orang-orang hebat dan berbakat. Ia mencontohkan mantan Presiden Korea Selatan Park Chung-hee dan Kim Dae-jung, serta Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte.

Ciri wajah orang yang dianggap have

Fisiognomi juga memiliki tafsir mengenai karakteristik wajah yang dipercaya berkaitan dengan kekayaan. Menurut Shin, alis yang letaknya lebih tinggi di dahi dianggap sebagai salah satu indikator potensi kekayaan.

Bentuk hidung juga menjadi perhatian. Hidung orang yang dianggap memiliki potensi mengumpulkan kekayaan disebut cenderung lebar, rendah, penuh, dan berdaging, bukan tinggi dan tipis.

Shin mencontohkan pendiri Hyundai Group Chung Ju-yung dan investor asal Amerika Serikat Warren Buffett sebagai gambaran karakteristik tersebut. Sementara itu, mantan Chairman Samsung Lee Kun-hee disebut tidak memiliki bentuk hidung yang secara umum dianggap sebagai hidung orang kaya.

Namun, ia memiliki apa yang disebut Shin sebagai cow's eyes atau mata sapi. Mata yang besar dan bulat seperti mata sapi dipercaya menjadi pertanda kemampuan seseorang mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar.

Mata yang dianggap mencerminkan kecerdasan

Dalam fisiognomi, karakteristik mata juga dipercaya dapat menunjukkan tingkat kecerdasan seseorang. Orang yang dianggap sangat cerdas disebut memiliki mata yang sempit dan panjang. Mata tersebut juga tampak berkilau serta sedikit turun di bagian ujungnya.

Shin mencontohkan pendiri Apple, Steve Jobs, yang menurutnya memiliki mata cerdas dan berkilau. Namun, ia menilai bentuk hidung Jobs yang ramping dan runcing menunjukkan kecenderungan menjalani kehidupan yang lebih kesepian.

Telinga panjang dikaitkan dengan umur panjang

Bagian wajah lain yang dianggap memiliki makna adalah telinga. Telinga yang panjang dan besar dipercaya berkaitan dengan umur panjang. Menurut Shin, ukuran telinga saja tidak cukup. Daun telinga juga harus panjang agar dianggap memiliki karakteristik tersebut.

Ia kemudian mencontohkan filsuf Korea Kim Hyung-sik yang disebut memiliki daun telinga panjang dan telah berusia 104 tahun. Meski demikian, berbagai penafsiran tersebut merupakan bagian dari tradisi fisiognomi dan tidak dapat digunakan sebagai ukuran ilmiah untuk menentukan kekayaan, kecerdasan, kesehatan, umur panjang, atau masa depan seseorang.

(tis/tis)
placeholder