"Aku baru 32 tahun, tapi kok sering dibilang kelihatan lebih tua?"
Kalimat seperti ini bisa terdengar familiar. Tidak sedikit orang yang merasa penampilannya terlihat lebih tua dibanding usia sebenarnya, meski sudah rutin menggunakan skincare atau menjalani gaya hidup yang cukup sehat.
Ini hanya soal angka di kartu identitas. Ada berbagai perubahan pada kulit yang berlangsung secara perlahan, bahkan sering kali tidak disadari.
Penuaan Kulit Dimulai Lebih Cepat dari Perkiraan
Secara alami, produksi kolagen mulai menurun sejak usia pertengahan 20-an. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tubuh kehilangan sekitar 1% kolagen setiap tahunnya setelah memasuki usia dewasa.
Kolagen merupakan salah satu komponen utama yang menjaga kulit tetap kenyal, elastis, dan padat. Ketika produksinya menurun, kulit mulai kehilangan kekuatan penyangga alaminya.
Akibatnya, wajah dapat terlihat lebih lelah, kurang segar, muncul garis-garis halus, hingga perlahan kehilangan volume dan kekencangan.
Proses ini berlangsung secara bertahap sehingga banyak orang baru menyadarinya ketika perubahan tersebut mulai terlihat jelas.
Banyak orang mengira tanda penuaan hanya ditandai dengan munculnya kerutan. Padahal, kualitas kulit memiliki peran sangat besar dalam menentukan jika seseorang terlihat lebih muda atau lebih tua dari usianya.
Kulit yang kehilangan hidrasi, tampak kusam, memiliki tekstur yang tidak merata, atau mulai kehilangan elastisitas dapat memberikan kesan wajah yang lebih lelah dan kurang segar.
Sebaliknya, kulit yang sehat, terhidrasi dengan baik, dan memiliki kualitas yang baik sering kali membuat seseorang terlihat lebih segar, bahkan tanpa makeup berlebihan.
Karena itu, pendekatan terhadap perawatan kulit modern kini tidak lagi hanya berfokus pada menghilangkan kerutan, tetapi juga menjaga kualitas kulit secara menyeluruh.
Selain faktor usia, gaya hidup juga berperan besar terhadap kondisi kulit. Kurang tidur, stres berkepanjangan, paparan sinar UV, polusi, hingga pola makan yang kurang seimbang dapat meningkatkan stres oksidatif yang mempercepat proses penuaan kulit.
Usia biologis kulit tidak selalu berjalan seiring dengan usia kronologis seseorang. Hal-hal tersebut adalah alasan dua orang dengan usia yang sama bisa memiliki kondisi kulit yang sangat berbeda.
Kini semakin banyak orang beralih dari konsep anti-aging menuju healthy aging. Bukan untuk mengubah wajah jadi terlihat seperti usia 20 tahun, melainkan menjaga kualitas kulit agar tetap sehat, kenyal, dan terawat di setiap fase kehidupan.
Di Dermaster Clinic, tersedia berbagai pilihan treatment seperti skinbooster dan collagen stimulator yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Treatment ini dirancang untuk membantu menjaga hidrasi, meningkatkan elastisitas, mendukung produksi kolagen, serta mempertahankan kualitas kulit dalam jangka panjang.
Karena setiap kondisi kulit berbeda, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum menentukan jenis treatment. Melalui evaluasi menyeluruh, dokter dapat merekomendasikan skinbooster atau collagen stimulator yang paling sesuai dengan kondisi kulit dan tujuan yang ingin dicapai.
Pada akhirnya, terlihat lebih muda bukanlah tentang mengubah siapa diri kita. Yang lebih penting adalah menjaga kualitas kulit agar tetap sehat dan terawat, sehingga penampilan dapat mencerminkan energi dan gaya hidup yang kita jalani.
Sebagai bagian dari komitmen mendukung healthy aging, selama Agustus 2026 Dermaster Clinic menghadirkan promo spesial dengan diskon hingga 30 persen pada berbagai pilihan paket treatment.
Mulai dari Hydrafacial dan Pico Laser hingga kombinasi skin booster seperti NCTF, Pluryal Density, dan Juvelook, setiap treatment dirancang untuk membantu menjaga hidrasi, meningkatkan elastisitas, serta mendukung kualitas kulit yang lebih sehat.
Konsultasikan kondisi kulit bersama dokter di Dermaster Clinic untuk mendapatkan rekomendasi treatment yang sesuai dengan kebutuhan.
(adv/adv)