Cara Membedakan Gejala Asam Lambung Biasa dan Kanker Getah Bening

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 04:45 WIB
Dalam beberapa kasus, limfoma atau kanker kelenjar getah bening bisa muncul dengan gejala yang mirip keluhan asam lambung.
Ilustrasi. Dalam beberapa kasus, limfoma atau kanker kelenjar getah bening bisa muncul dengan gejala yang mirip keluhan asam lambung. (iStockphoto/Prostock-Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang penyintas kanker kelenjar getah bening atau limfoma bercerita tentang gejala awal yang muncul. Gejala yang mulanya diduga asam lambung itu berujung pada diagnosis limfoma.

Pertanyaannya, bagaimana cara membedakan gejala asam lambung biasa dengan gejala yang mengarah pada limfoma?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter spesialis penyakit dalam Ario Perbowo Putra mengatakan, gejala asam lambung dan limfoma tidak selalu bisa dibedakan hanya dari keluhan.

"Tidak selalu dapat dibedakan hanya berdasarkan keluhan, tetapi polanya dapat memberikan petunjuk," kata Ario kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/8).
Ario menuturkan penjelasan sebagai berikut.

Gejala lebih mengarah ke GERD/asam lambung:

1. Rasa panas dari ulu hati ke dada.
2. Rasa asam atau pahit naik ke mulut.
3. Memburuk setelah makan besar atau saat berbaring.
4. Memburuk setelah makanan pemicu tertentu.
5. Biasanya membaik dengan perubahan pola makan atau obat lambung.
6. Tidak disertai pembesaran kelenjar.

Sementara gejala liforma, perlu mencurigai kondisi yang menyertai seperti:

1. Benjolan menetap atau membesar, terutama bila tidak nyeri.
2. Demam berulang tanpa penyebab jelas.
3. Keringat malam berlebihan.
4. Berat badan turun tanpa disengaja.
5. Sesak, batuk, cepat kenyang, atau nyeri yang progresif.
6. Keluhan menetap meski sudah mendapat terapi lambung yang memadai.

Kendati demikian, Ario menegaskan, respons terhadap obat lambung tidak dapat digunakan untuk memastikan diagnosis.

"Bila ada benjolan yang menetap lebih dari sekitar 2-4 minggu, terus membesar, terasa keras atau melekat, disertai gejala sistemik, atau keluhan tidak membaik, pasien perlu diperiksa langsung," katanya.

Pemeriksaan dapat meliputi pemeriksaan fisik, darah lengkap, USG, foto toraks, atau CT scan sesuai indikasi. Untuk memastikan limfoma, diagnosis umumnya memerlukan biopsi jaringan kelenjar dan pemeriksaan patologi anatomi.

Jika muncul gejala berat, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.

"Sesak berat, sulit bernapas ketika berbaring, pembengkakan wajah atau leher, nyeri dada berat, atau penurunan kesadaran memerlukan pertolongan segera karena dapat menandakan penekanan struktur penting di rongga dada," tegas Ario.

[Gambas:Video CNN]

(anm/asr)