Jalur Trekking Populer View Himalaya di Nepal Ikut Kena Banjir Bandang
Banjir bandang melanda kawasan perbatasan China dan Nepal pada Rabu (26/8). Bencana tersebut tidak hanya menerjang permukiman, tetapi juga berdampak pada Distrik Rasuwa yang menjadi salah satu akses menuju kawasan trekking populer Langtang.
Berdasarkan laporan terbaru Le Monde, Syabrubesi, yang merupakan titik awal salah satu jalur trekking menuju Langtang, terdampak cukup parah akibat banjir bandang.
Langtang merupakan salah satu kawasan trekking populer di Nepal. Nepal Tourism Board memasukkan Langtang sebagai salah satu dari tiga kawasan trekking utama di Nepal, bersama Everest dan Annapurna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawasan Langtang terletak sekitar 130 kilometer di utara Lembah Kathmandu, dekat perbatasan Nepal dengan Tibet, China. Sebagian besar wilayahnya berada di Distrik Rasuwa dan mencakup kawasan Langtang National Park.
Jalur trekking Langtang dikenal karena menawarkan pemandangan pegunungan Himalaya, termasuk Gunung Langtang Lirung. Selain pegunungan, wisatawan juga dapat menikmati lanskap hutan, gletser, serta danau-danau di dataran tinggi.
Daya tarik kawasan ini bukan hanya lanskap alamnya. Langtang juga menawarkan pengalaman budaya masyarakat Tamang, salah satu kelompok masyarakat adat yang tinggal di desa-desa sepanjang jalur trekking.
Salah satu rute yang populer adalah Langtang Valley Trek. Jalur ini umumnya dimulai dari Syabrubesi dan berakhir di Kyanjin. Berdasarkan informasi Nepal Tourism Board, rute tersebut melewati sejumlah titik, mulai dari Syabrubesi, Bamboo, Lama Hotel, Ghora Tabela, Langtang, hingga Kyanjin yang berada di ketinggian sekitar 3.800 meter di atas permukaan laut.
Selain Langtang Valley Trek, kawasan ini juga memiliki Gosaikunda, danau suci yang berada di ketinggian sekitar 4.380 meter. Ada pula Tamang Heritage Trail yang membawa wisatawan melewati sejumlah desa tradisional masyarakat Tamang.
Namun, banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut kini turut mengganggu aktivitas wisata dan akses menuju jalur trekking.
Mengutip Al Jazeera, sekitar 644 wisatawan dilaporkan hilang atau belum dapat dihubungi akibat banjir bandang tersebut. Dari jumlah itu, 517 merupakan wisatawan asing, sementara 127 lainnya merupakan wisatawan lokal. Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi masih dilakukan di sejumlah wilayah yang terdampak.
(dnd/tis)

