7 Cara agar Kucing Liar Tidak Buang Kotoran Sembarangan

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 08:15 WIB
Ilustrasi. Begini caranya agar kucing liar tidak buang kotoran sembarangan. (istockphoto/undefined undefined)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kucing liar yang buang kotoran sembarangan di halaman atau sudut rumah tentu bisa mengganggu. Selain menimbulkan bau tidak sedap, kotoran kucing juga dapat membuat area rumah menjadi kotor dan kurang nyaman.

Berbeda dengan kucing peliharaan yang bisa dilatih menggunakan kotak pasir, kucing liar biasanya belum terbiasa dengan tempat khusus untuk buang air. Karena itu, diperlukan cara tertentu untuk membuatnya tidak kembali ke lokasi yang sama.

Ada beberapa cara agar kucing liar tidak buang kotoran sembarangan yang bisa dicoba tanpa harus menyakiti atau membahayakan kucing. Berikut pilihannya, melansir berbagai sumber:

1. Gunakan aroma yang tidak disukai kucing

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menggunakan aroma tertentu yang cenderung dihindari kucing. Aroma tersebut dapat diberikan pada area yang sebelumnya sering digunakan kucing untuk buang kotoran.

Beberapa aroma yang sering digunakan untuk menjauhkan kucing antara lain aroma citrus. Kulit jeruk, misalnya, dapat diletakkan di area tertentu agar kucing enggan mendekat.

Jika menggunakan bahan beraroma, pastikan tidak menyemprotkan cairan langsung ke tubuh kucing. Hindari pula penggunaan minyak esensial dengan konsentrasi tinggi karena sejumlah minyak esensial dapat berbahaya bagi kucing.

2. Letakkan kotak pasir di lokasi yang mudah dijangkau

Jika kucing liar sering datang ke rumah dan Anda memang ingin mengarahkannya ke tempat tertentu untuk buang kotoran, menyediakan kotak pasir bisa menjadi pilihan. Letakkan kotak pasir di lokasi yang mudah dijangkau dan tidak terlalu ramai. Kucing umumnya menyukai tempat yang tenang ketika buang air.

Anda dapat mencoba meletakkan sedikit tanah atau bahan yang sebelumnya digunakan kucing untuk buang kotoran di dalam kotak pasir. Aroma tersebut dapat membantu kucing mengenali fungsi kotak tersebut.

3. Pastikan area tetap bersih

Kucing memiliki indra penciuman yang kuat. Jika sisa aroma kotoran masih menempel di suatu tempat, kucing bisa kembali ke lokasi tersebut dan menggunakannya sebagai tempat buang air.

Karena itu, bersihkan kotoran sesegera mungkin. Area yang sebelumnya digunakan kucing juga sebaiknya dibersihkan secara menyeluruh agar bau tidak tertinggal. Untuk membersihkan area tersebut, gunakan pembersih yang aman bagi hewan dan hindari bahan kimia yang dapat mengiritasi kucing.

4. Tutupi area tanah yang sering menjadi tempat kucing buang kotoran

Tanah merupakan salah satu permukaan yang disukai kucing untuk buang air karena mudah digali dan ditutup kembali. Jika kucing sering menggunakan halaman sebagai toilet, Anda dapat mengubah permukaan area tersebut.

Salah satu caranya adalah menutupi sebagian tanah dengan batu-batu berukuran cukup besar, kerikil, atau penutup tanah yang membuat kucing tidak nyaman untuk menggali. Cara ini sekaligus dapat mengurangi kemungkinan kucing kembali ke lokasi yang sama.

5. Letakkan kulit jeruk di area tertentu

Kulit jeruk dapat menjadi salah satu pilihan sederhana untuk membuat area tertentu kurang menarik bagi kucing. Aroma citrus umumnya tidak disukai kucing.

Caranya cukup dengan meletakkan kulit jeruk di sudut halaman atau area yang sering menjadi tempat kucing buang kotoran. Namun, kulit jeruk perlu diganti secara berkala ketika sudah mengering atau membusuk.

Jangan menggosokkan kulit jeruk langsung ke tubuh kucing. Cara ini ditujukan untuk membuat area tertentu kurang menarik, bukan untuk menyakiti hewan.

6. Buat area menjadi kurang menarik untuk kucing

Selain menggunakan aroma, Anda juga dapat mengubah kondisi area yang sering didatangi kucing. Misalnya, menutup akses ke sudut tertentu dengan pagar kecil atau memasang penghalang di sekitar tanaman.

Jika kucing terbiasa masuk melalui jalur tertentu, menutup akses tersebut dapat membantu mengurangi kunjungannya.Penggunaan botol berisi air atau benda yang memantulkan cahaya memang kerap disebut sebagai cara mengusir kucing.

Namun, efektivitasnya tidak selalu sama pada setiap kucing. Karena itu, lebih baik mengutamakan penghalang fisik yang aman daripada membuat kucing terkejut atau stres.

7. Jangan mengejar atau menyakiti kucing

Ketika melihat kucing hendak buang kotoran di tempat yang tidak diinginkan, hindari memukul, menendang, menyiram dengan air panas, atau menggunakan bahan yang dapat melukainya.

Jika memungkinkan, arahkan kucing menjauh secara perlahan atau buat area tersebut tidak mudah diakses. Cara yang tidak menimbulkan rasa sakit lebih baik untuk mencegah kucing kembali tanpa membahayakan kesejahteraannya.

Jika kucing liar terus datang dan Anda ingin membantunya, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk menghubungi komunitas atau organisasi penyelamat hewan di sekitar tempat tinggal.

Pada dasarnya, mengubah kebiasaan kucing liar membutuhkan waktu. Tidak semua metode akan langsung berhasil karena setiap kucing memiliki kebiasaan dan respons yang berbeda.

Namun, dengan menjaga kebersihan, mengurangi daya tarik area yang sering digunakan, serta menyediakan tempat alternatif, Anda bisa mencoba cara agar kucing liar tidak buang kotoran sembarangan tanpa harus menyakitinya.

(tis/tis)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK