7 Cara Mengurangi Doomscrolling yang Bikin Kamu Nggak Produktif
Sekali pegang gadget, secara tak sadar orang tenggelam dalam aktivitas scrolling. Apa kamu juga demikian? Aktivitas ini terlihat sepele tapi sebenarnya berbahaya. Simak cara mengurangi doomscrolling mulai dari sekarang.
Harus diakui, sebagian besar orang memulai hari dengan meraih ponsel, menelusuri notifikasi, berita, dan media sosial. Tutup satu aplikasi, lalu buka aplikasi lain, scrolling dan polanya berulang. Fenomena ini disebut doomscrolling.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aditi Nerurkar, pengajar Division of Global Health and Social Medicine di Harvard Medical School, berkata doomscrolling jadi respons tubuh menangani stres yang tak kunjung usai.
"Otak dan tubuh kita dirancang secara luar biasa untuk menangani stres dalam durasi singkat. Namun selama beberapa tahun terakhir, stres itu seolah tak kunjung usai. Doomscrolling adalah respons kita terhadap situasi tersebut," jelas Nerurkar mengutip dari Harvard Health Publishing.
Cara mengurangi doomscrolling
Doomscrolling memicu sederet dampak negatif baik terhadap mental, fisik, dan perilaku. Melansir dari Cleveland Clinic, doomscrolling dapat membuatmu semakin cemas, stres, susah konsentrasi, lalu muncul gangguan tidur apalagi kalau doomscrolling dilakukan di malam hari.
Selain itu, doomscrolling berpotensi mengganggu aktivitas di kehidupan nyata termasuk bekerja, interaksi sosial, dan rutinitas harian.
Agar aktivitas scrolling tidak sampai mengganggu, sebaiknya kurangi mulai sekarang dengan beberapa cara berikut.
1. Tentukan batas
Batasi waktu bermain ponsel atau gadget lain. Untuk mendukung pembatasan waktu, coba jauhkan ponsel atau letakkan ponsel di tempat yang sulit dijangkau sehingga kamu tidak gampang meraih ponsel di saat santai.
Kemudian pasang alarm agar bermain ponsel tidak kebablasan. Selain itu, batasi situs yang diakses terutama yang berpotensi menyajikan konten atau berita negatif.
2. Gunakan gadget dalam kondisi sadar
Banyak orang meraih ponsel tanpa sadar atau jadi tindakan otomatis. Sebaiknya saat mau mengambil ponsel, tanya pada diri sendiri apa ada alasan jelas untuk melakukannya.
Teknik ini disebut thought-stopping atau menghentikan pikiran sejenak untuk meredam dorongan.
3. Perlambat scrolling
Ilustrasi. Perlambat scrolling dengan cara fokus pada apa yang sedang dibaca. (freepik.com/Lifestylememory) |
Fokus pada apa yang sedang dibaca membantumu mengatasi kebiasaan doomscrolling. Kenapa? Kebiasaan terus-menerus skip unggahan dan video dengan cepat dapat memperpendek rentang perhatian. Akhirnya semakin memicu kebiasaan doomscrolling.
4. Cek apa yang dirasakan
Perhatikan respons fisik dan mental terhadap doomscrolling. Apa leher terasa kaku? Apa jantung berdegup kencang akibat konten tertentu? Apa tiba-tiba merasa sangat sedih?
Perhatikan jika yang muncul sensasi negatif. Hal ini sudah bisa jadi sinyal bahwa saatnya untuk berhenti.
5. Sibukkan diri
Coba lakukan aktivitas lain agar perhatian tidak terus-terusan tertuju pada gadget. Kamu bisa jalan-jalan atau ke gym. Selain itu, manjakan diri di spa, bertemu teman, atau mengikuti workshop untuk menambah relasi.
6. Rehat dari dunia digital
Kadang kamu perlu menjalani aktivitas secara konvensional (offline) untuk sementara. Ambil jeda dari dunia digital lalu mulai lagi ketika nanti sudah siap.
Sembari rehat, waktunya untuk terhubung lagi dengan aktivitas yang disukai dan menjalin relasi dengan orang-orang sekitar.
7. Pertimbangkan untuk konsultasi
Jika sudah banyak upaya dilakukan tapi belum berhasil maka saatnya berkonsultasi dengan tenaga profesional. Tenaga profesional dengan spesialisasi terapi perilaku kognitif akan membantu menemukan akar penyebab kebiasaan tersebut.
(els)

