Turki Tak Lagi Jadi Destinasi Murah, Biaya Liburan Melonjak

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 17:00 WIB
Turki Tak Lagi Jadi Destinasi Murah, Biaya Liburan Melonjak
Destinasi Wisata di Antalya, Turki, salah satu favorit wisatawan. (AP/Emrah Gurel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Turki selama ini menjadi magnet wisatawan mancanegara berkat kemegahan Istanbul, keindahan lanskap Cappadocia, hingga pesisir Mediterania yang dihiasi resor mewah.

Namun, reputasi Turki sebagai destinasi liburan ramah kantong alias murah kini mulai memudar seiring melonjaknya biaya pariwisata.

Seperti dilansir Economic Times, Kenaikan tarif kebutuhan wisata yang signifikan memaksa para turis merogoh kocek jauh lebih dalam untuk dapat menikmati liburan di negara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak lonjakan harga ini dirasakan langsung oleh pasangan asal Inggris, Donna dan Dave Needham. Keluarga yang telah lima kali mengunjungi pesisir Mediterania Turki sejak 2021 ini terkejut melihat tingginya biaya liburan pada musim panas 2026.

Salah satu yang mencolok adalah tarif wahana jet ski durasi 15 menit yang kini mencapai 90 pound sterling (sekitar Rp2,16 juta). Angka ini meroket tajam dari tarif tahun lalu yang hanya 20 pound sterling (sekitar Rp480 ribu).

Kenaikan harga mendadak ini membuat Donna dan suaminya, yang mengelola agen perjalanan kecil, tak lagi mampu menginap di resor langganan mereka. Donna mengaku Turki kemungkinan tidak akan lagi menjadi pilihan utama tujuan liburan keluarganya tahun depan.

Faktor utama di balik pembengkakan biaya ini terletak pada kebijakan nilai tukar pemerintah Turki. Otoritas setempat menahan laju depresiasi mata uang lira agar bergerak lebih lambat ketimbang laju inflasi domestik.

Kebijakan tersebut secara otomatis mengikis daya beli wisatawan asing dan menjadikan tarif barang serta jasa di Turki terasa jauh lebih mahal bagi pelancong mancanegara.

Tingginya biaya liburan mulai berdampak pada tren kunjungan turis. Data Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki mencatat penurunan angka kunjungan wisatawan secara tahunan sebesar 3,6 persen pada Mei, 4 persen pada Juni, dan 0,3 persen pada Juli 2026. Kunjungan turis asal Inggris bahkan anjlok hingga 11 persen pada bulan lalu.

Meski total volume wisatawan pada paruh pertama 2026 menyusut 2,7 persen secara tahunan, pendapatan sektor pariwisata Turki sejauh ini belum tergerus. Pada semester I 2026, Turki sukses meraup pendapatan pariwisata sebesar US$25,75 miliar atau sekitar Rp455,5 triliun.

(dsd/wiw)
placeholder