Kebocoran di rumah sering kali tak terdeteksi karena sumbernya sulit terlihat. Dalam banyak kasus, masalah ini bermula dari rembesan kecil dan berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sebelum akhirnya menimbulkan tanda yang jelas.
Noda kecil di plafon, serta munculnya bau apek atau lembap kerap disepelekan. Padahal, tanda-tanda tersebut bisa menunjukkan adanya air atau kelembapan yang sudah masuk ke bagian rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dibiarkan, ini berpotensi menyebabkan kerusakan lebih besar di rumah. Air yang terus merembes dapat merusak dinding, lantai, plafon hingga memicu masalah kelembapan dan pertumbuhan jamur.
Karena itu, mengenali tanda-tanda kecil kebocoran air dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih besar dan biaya perbaikan yang semakin mahal.
Ketahui apa saja tanda kebocoran air yang perlu diperhatikan setiap pemilik rumah, dilansir dari Southern Living.
1. Muncul bau apek
Bau apek yang terus muncul sekalipun tidak turun hujan bisa menjadi tanda adanya spot lembap di rumah. Coba periksa area kamar mandi dan dapur, termasuk bagian bawah kabinet serta sekitar pipa.
Di ruangan lain, sumber kelembapan bisa berasal dari air hujan yang merembes melalui atap, dinding, atau talang yang bermasalah.
2. Muncul embun atau tetesan air
ilustrasi plafon bocor (Foto: iStockphoto/MediaProduction) |
Perhatikan jendela, ventilasi, dan area lain yang tiba-tiba sering basah atau dipenuhi embun.
Jika kondisi tersebut terus berulang, kelembapan bisa masuk ke dinding dan lapisan insulasi sehingga meningkatkan risiko kerusakan serta pertumbuhan jamur.
3. Ada celah atau gelembung
Perubahan pada lantai, cat tembok, atau trim dinding juga patut diperhatikan. Misalnya, lantai kayu atau penutup lantai sintetis (laminated flooring) yang mulai melengkung, celah yang melebar, bahkan ubin terlepas, atau permukaan yang mengembung dapat menjadi tanda kelembapan.
Meski demikian, perubahan pada lantai tidak selalu disebabkan oleh kebocoran karena kelembapan ruangan yang tinggi juga dapat menjadi penyebab.
4. Terdapat noda air
Noda kecokelatan pada dinding dan plafon merupakan salah satu tanda yang paling mudah dikenali akibat air atau rembesan. Akan tetapi jangan abaikan noda kecil sekalipun. Satu titik kecil bekas tetesan pun dapat menjadi petunjuk air yang merembes dari balik permukaan.
Segera cari sumber kebocoran dan perbaiki bagian yang terdampak, terutama jika air merembes dari balik dinding atau plafon.
5. Cat menggelembung atau mengelupas
Cat yang tiba-tiba menggelembung, retak, atau mengelupas juga perlu dicurigai. Kondisi serupa dapat terjadi pada wallpaper yang mulai menggelembung, menggulung, atau terlepas dari dinding.
Kelembapan tinggi dapat menyebabkan masalah tersebut, tetapi rembesan air dari pipa, atap, atau bagian rumah lainnya juga bisa menjadi penyebab.
6. Tekanan air berubah
Jika tekanan air di rumah yang biasanya normal tiba-tiba menurun, jangan langsung menganggap penyebabnya adalah keran atau pipa yang tersumbat.
Namun, kebocoran pada sistem perpipaan juga patut diperiksa, terutama jika perubahan tersebut berlangsung selama beberapa waktu tanpa penyebab yang jelas.
7. Tagihan air tiba-tiba naik
Kenaikan tagihan tanpa perubahan dalam pemakaian air bisa menjadi petunjuk adanya kebocoran. Keran yang menetes atau toilet yang terus mengalir memang dapat membuat penggunaan air meningkat.
Namun, jika tidak ada alasan yang jelas, periksa kemungkinan kebocoran di bagian lain rumah.
Demikian beberapa tanda ada kebocoran di rumah yang sebaiknya tidak diabaikan. Semakin cepat sumber kebocoran ditemukan, semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan yang lebih luas pada bagian rumah.
(fef)

