Bukan Cuma Skincare, Produk Rambut Juga Kini Diburu Konsumen RI

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 14:00 WIB
Ilustrasi. Perhatian konsumen Indonesia terhadap produk kecantikan tak berhenti pada skincare, tapi juga perawatan rambut. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perhatian konsumen Indonesia terhadap produk kecantikan kini tidak lagi berhenti pada perawatan wajah. Perawatan rambut menjadi salah satu segmen yang pertumbuhannya paling menonjol dalam belanja produk kecantikan.

Berdasarkan data Worldpanel Indonesia, nilai belanja kategori perawatan rambut tumbuh 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya hingga Juni 2026. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan kategori beauty lainnya. Worldpanel sendiri merupakan perusahaan yang memantau kebiasaan belanja konsumen.

Senior Account Manager Worldpanel Fatima Ratu Zahra mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan konsumen mulai memperluas perhatian terhadap perawatan diri, tidak hanya melalui produk skincare.

"Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di produk perawatan wajah atau skincare, tapi juga di produk kosmetik atau makeup, dan juga perawatan rambut," kata Ratu dalam media gathering Perkumpulan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) di Jakarta Selatan, Selasa (1/9).

Menurut data yang sama, pertumbuhan nilai belanja perawatan rambut tersebut didorong oleh peningkatan jumlah produk yang dibeli sekaligus kenaikan harga produk.

Unit growth perawatan rambut tercatat sebesar 8 persen, sedangkan pertumbuhan harga per unit mencapai 21 persen.

Artinya, konsumen tidak hanya membeli lebih banyak produk perawatan rambut, tetapi juga semakin terbuka untuk memilih produk dengan harga yang lebih tinggi atau premium.

Konsumen makin eksploratif

Ratu juga mengatakan, perubahan pola belanja tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan pasar kecantikan di Indonesia.

Konsumen kini tidak hanya membeli produk untuk satu kebutuhan. Perawatan wajah tetap menjadi bagian penting, tetapi kebutuhan mulai meluas ke rambut, makeup, hingga kategori perawatan tubuh.

"Hal ini menunjukkan bahwa konsumen, perhatian konsumen tidak lagi terbatas pada produk perawatan kulit saja, tapi juga pada penampilan dan perawatan diri secara keseluruhan," jelas Ratu.

Data Worldpanel menunjukkan, pertumbuhan nilai belanja makeup mencapai 19 persen, sementara face care tumbuh 15 persen, dan body care 1 persen.

Meski perawatan rambut menjadi kategori dengan pertumbuhan paling tinggi, produk perawatan wajah masih menjadi kategori utama yang paling banyak dimiliki konsumen.

Pertumbuhan pasar kecantikan juga tidak hanya terjadi karena konsumen membeli lebih banyak produk. Mereka mulai bersedia mengeluarkan lebih banyak uang untuk mendapatkan produk dengan harga yang lebih tinggi.

Menurut Ratu, kecenderungan tersebut terlihat di berbagai kategori, termasuk perawatan rambut.

"Pertumbuhan ini didorong oleh konsumen yang membeli semakin banyak produk beauty, dan juga willingness untuk membeli produk yang harganya lebih tinggi dan mendapatkan produk yang premium," katanya.

Selain itu, cara konsumen berbelanja juga semakin luas. Mereka memanfaatkan toko kosmetik maupun kanal daring sebagai tempat membeli produk kecantikan.

"Konsumen menjadi semakin omnichannel, dengan toko kosmetik dan juga online sebagai destinasi belanja mereka," tutur Ratu.

(anm/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK