Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menyepakati rencana penyesuaian tarif tiket masuk dari Rp4.000 menjadi Rp10.000.
Langkah ini diambil guna membenahi fasilitas, meningkatkan standar keamanan, serta mendorong kemandirian finansial kawasan wisata tersebut.
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya menjelaskan bahwa harga tiket Ragunan belum pernah mengalami kenaikan selama 20 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat," ujar Dimaz dalam keterangannya, Jumat (4/9).
Nominal baru sebesar Rp10.000 dinilai masih sangat terjangkau bagi masyarakat jika dibandingkan dengan destinasi wisata lain di Jakarta, seperti Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Senada, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menekankan pentingnya peningkatan pendapatan untuk memperketat keamanan kandang satwa pasca-insiden seorang anak yang terjatuh ke area gajah pada Mei 2026.
Tambahan dana ini juga diprioritaskan untuk menambah armada dokter hewan yang saat ini hanya berjumlah delapan orang untuk merawat lebih dari 2.200 satwa, membenahi sanitasi, memfasilitasi pertukaran satwa, serta meningkatkan kesejahteraan pegawai.
Kenaikan tarif ini diharapkan dapat menekan beban subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta sekaligus memuluskan transisi Ragunan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri.
"Tarif sekarang paling mahal Rp 4.000. Rencana akan dinaikkan menjadi Rp 10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka," tutur dia.
Saat ini, APBD masih menanggung 70 persen biaya operasional Ragunan yang mencapai Rp160 miliar per tahun, mengingat pendapatan mandiri pengelola stagnan di angka Rp30 miliar.
Kepala Taman Margasatwa Ragunan Endah Rumiyanti menyambut positif dukungan tersebut dan menegaskan bahwa penyesuaian harga tiket bukanlah bentuk komersialisasi.
Kebijakan ini murni difokuskan untuk merealisasikan rencana induk pengembangan kawasan demi menghadirkan ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, serta edukatif.
"Bila penyesuaian tarif ini terlaksana, fokus utama kami adalah pembenahan fasilitas pendukung, perbaikan serta pemeliharaan kandang satwa, hingga penataan sistem zonasi kawasan berdasarkan masterplan yang telah disusun. Goal utamanya adalah menghadirkan ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif," beber Endah.
(wiw)