Si Kecil Emut Jempol Terus? Ini 7 Cara Menghentikannya

CNN Indonesia
Minggu, 06 Sep 2026 04:00 WIB
Child Finger Sucking which Newborn's behavior is about 4 years old. and looking camera on white background.
Tak sedikit anak masih mengisap atau mengemut jempol pada usia 2 tahun. Lantas, bagaimana cara menghentikan anak emut jempol? Ilustrasi. Foto: iStockphoto/Golfcuk)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Bayi memiliki reflek alami untuk mencari puting dan mengisap atau mengemut, misalnya jempol tangan untuk merasa tenang. Kebiasaan ini akan berhenti pada usia 2 hingga 4 bulan.

Namun, tidak sedikit anak masih mengisap jempol pada usia 2 tahun. Lantas, bagaimana cara menghentikan anak emut jempol?

Hindari teguran terlalu keras untuk menghentikan kebiasaan anak emut jempol. Untuk anak berusia di bawah 2 tahun, mengisap jempol memberikan rasa nyaman dan biasanya tidak merusak gigi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara menghentikan anak emut jempol

Orang tua sebenarnya tidak perlu khawatir dengan kebiasaan anak mengisap jempol sampai gigi permanen anak mulai tumbuh atau berusia di atas 5 tahun.

Saat gigi permanen tumbuh, kebiasaan anak mengemut jempol dapat memengaruhi langit-langit mulut dan susunan gigi.

Berikut ini sejumlah cara menghentikan anak emut jempol.

1. Kenali pemicunya

Mengutip Mayo Clinic, anak yang mengemut jempol biasanya karena emosi yang sedang dialaminya seperti kesal atau sedih. Cobalah cari tahu apa yang sedang ia rasakan saat itu.

Orang tua dapat memberikan kenyamanan melalui pelukan atau kata-kata yang menenangkan. Anda juga bisa memberikan bantal atau boneka untuk dipeluk atau diremas oleh anak.

2. Berikan pujian atau penghargaan

Orang tua dapat memberikan pujian atau penghargaan saat buah hatinya sedang tidak mengemut jempol.

Cobalah berikan imbalan kecil seperti membacakan cerita tambahan sebelum tidur atau mengajaknya pergi ke taman. Anda bisa memulainya dengan target sederhana seperti tidak mengisap jempol selama satu jam sebelum tidur.

Berikan penanda atau stiker pada kalender untuk mencatat hari-hari saat anak berhasil mencapai target tersebut.

3. Batasi waktu anak emut jempol

[Gambas:Video CNN]

Cobalah untuk membatasi waktu anak mengisap ibu jarinya, dinukil dari WebMD. Orang tua dapat menegaskan pada anak bahwa mengemut ibu jari hanya diperbolehkan saat berada di kamar tidur.

Jelaskan juga pada anak jika aktivitas mengemut jempol hanya dilakukan saat tidur siang atau malam.

4. Berikan rasa percaya pada anak

Orang tua dapat membicarakan dengan anak soal kebiasaan mengisap ibu jari. Anda bisa meyakinkan anak jika ia siap berhenti mengisap jempol, Anda akan hadir untuk membantunya.

Saat itu, anak Anda mungkin akan datang dan memberitahu jika ia sudah siap berhenti mengemut jempol.

5. Latihlah kesadaran anak

Saat anak sedang mengisap ibu jarinya, Anda bisa menanyakan kepadanya apakah ia sadar atau tidak saat melakukannya. Jika ia menjawab tidak, Anda bisa membantu untuk menyadarinya.

Cobalah cari cara bersama untuk menenangkannya jika ia membutuhkannya. Anda bisa memberikan selimut atau boneka yang dapat ia remas.

6. Jangan gunakan cairan atau perasa pahit

Sebaiknya, orang tua tidak memberikan cairan berasa pahit pada jempol untuk menghentikan kebiasaannya mengisap ibu jari. Hal tersebut dapat merenggut rasa aman anak secara tiba-tiba.

7. Ciptakan cara kreatif

Anda bisa menciptakan cara kreatif dan membantu anak untuk memahami bahwa ia sedang bertumbuh dan suatu saat tidak akan ada lagi ibu jari untuk diemut.

Anda bisa menggunakan nama tokoh favorit anak Anda dan membuatnya berpikir apalah idolanya juga mengemut ibu jari. Dengan begitu, dia akan mulai berpikir dan mempertimbangkan apakah masih ingin terus mengisap ibu jarinya.

Meski demikian, orang tua harus memahami kebiasaan mengemut jempol akan ditinggalkan dengan sendirinya saat anak benar-benar siap.

Itulah sejumlah cara menghentikan anak emut jempol yang bisa Anda lakukan di rumah.

(glo/asr)