Mending Pakai Dental Floss atau Water Floss? Ini Kata Dokter Gigi

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 13:00 WIB
Sekarang ada beragam metode floss. Tak hanya menggunakan benang gigi, tetapi juga dengan semprotan air. Mana yang paling baik membersihkan gigi?
Ilustrasi. Sekarang ada beragam metode floss. Tak hanya menggunakan benang gigi, tetapi juga dengan semprotan air. Lalu, mana yang paling baik membersihkan gigi? (iStockphoto/Marina Demeshko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dental floss dan water floss sama-sama kerap digunakan untuk membersihkan bagian gigi yang sulit dijangkau sikat gigi. Keduanya pun bisa menjadi pilihan ketika sisa makanan terselip di sela-sela gigi. Lalu, mana yang lebih baik, dental floss atau water floss?

Dokter Gigi Fariz Ramadhan mengatakan keduanya bukan pengganti sikat gigi. Dental floss dan water floss justru berfungsi sebagai alat penunjang untuk membantu membersihkan bagian gigi yang tidak terjangkau sikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada prinsipnya, pembersihan gigi yang utama kan sikat gigi. Jadi yang paling utama kita bersihkan pakai sikat gigi," kata Fariz di Jakarta, Jumat (4/9).

Menurut Fariz, menyikat gigi tetap menjadi langkah pertama yang perlu dilakukan. Tekniknya pun perlu diperhatikan agar seluruh permukaan gigi dapat dibersihkan tanpa memberikan tekanan berlebihan.

"Pastikan disikat giginya, semua permukaan gigi, karena prinsip dasar kita menyapu seluruh permukaan gigi tanpa tekanan berlebih," ujarnya.

Metode floss mana yang terbaik?

Water floss merupakan salah satu cara baru membersihkan gigi selain menggunakan benang.Ilustrasi. Water floss merupakan salah satu cara baru membersihkan gigi selain menggunakan benang. (iStockphoto/Vladislav Stepanov)

Setelah menyikat gigi, barulah dental floss atau water floss dapat digunakan sesuai kebutuhan. Dental floss berupa benang tipis yang digunakan untuk membersihkan sela-sela gigi. Alat ini dapat membantu menjangkau area yang sulit dibersihkan hanya dengan sikat gigi.

Adapun cara kerja water floss menggunakan semburan air untuk membantu membersihkan area di antara gigi ataupun bagian lain yang sulit dijangkau.

Fariz mengatakan, tidak perlu memaksakan hanya menggunakan satu metode. Jika ada bagian yang tidak bisa dijangkau dental floss, water floss bisa menjadi alternatif.

Karena memiliki fungsi yang saling melengkapi, penggunaan keduanya pun tidak menjadi masalah selama dilakukan dengan tepat.

"Kalau digunakan secara bersama-sama, hasilnya akan efektif. Jadi tidak menekankan pada hanya satu alat pembersih saja," kata Fariz.

Jangan menyikat gigi terlalu keras

Ada satu hal yang justru perlu lebih diperhatikan saat membersihkan gigi, yakni tekanan ketika menyikat. Fariz mengatakan, sebagian orang menyikat gigi terlalu kuat karena merasa giginya belum bersih jika tidak ditekan.

"Beberapa orang sering kali sikat giginya itu dengan cara ditekan agak kencang, karena terasa kurang bersih," ujarnya.

Padahal, membersihkan gigi bukan berarti harus memberikan tekanan sekuat mungkin. Yang penting adalah memastikan seluruh permukaan gigi tersikat dengan teknik tepat.

Setelah itu, alat tambahan seperti dental floss atau water floss dapat digunakan untuk membantu membersihkan area yang masih sulit dijangkau.

"Makanya dental floss, water floss, dan obat kumur itu penunjang dari sikat gigi," kata Fariz.

Jadi, tidak ada keharusan memilih dental floss atau water floss sebagai satu-satunya pembersih gigi. Keduanya dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi gigi masing-masing.

Yang terpenting, jangan sampai keberadaan berbagai alat tersebut membuat langkah dasar justru terlewat. Sikat gigi dengan teknik yang tepat terlebih dahulu, lalu gunakan alat penunjang untuk area yang belum terjangkau.

(rti)