Penumpang Ini Diikat Lakban Usai Ngamuk dan Teriak Rasis di Pesawat

CNN Indonesia
Sabtu, 05 Sep 2026 19:55 WIB
Ilustrasi penumpang di kabin pesawat. (istockphoto/tttuna)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penerbangan maskapai American Airlines rute Dallas menuju Newark, Amerika Serikat, terpaksa melakukan pendaratan darurat usai seorang penumpang pria mengamuk, melontarkan hinaan rasis hingga menyerang penumpang lain di tengah penerbangan.

Penerbangan dengan nomor SQ618 tersebut terpaksa dialihkan dan mendarat darurat di Bandara Internasional Baltimore/Washington Thurgood Marshall pada Kamis (3/9) malam waktu setempat, agar aparat penegak hukum dapat mengamankan pelaku.

Mengutip Fox News, kericuhan bermula sekitar dua jam setelah pesawat lepas landas. Pria yang belum diungkap identitasnya tersebut mendadak berteriak-teriak kepada penumpang di sebelahnya mengenai isu agama.

Saat seorang pramugara berkulit hitam berusaha menenangkan situasi, pelaku justru melontarkan makian rasis serta ujaran kebencian terhadap kelompok minoritas. Situasi kian memanas saat pelaku mulai melakukan tindakan fisik dengan mencekik dan memukul penumpang di sampingnya.

Seorang penumpang wanita sempat mencoba melerai, namun pelaku mendorongnya hingga memicu tiga penumpang pria lainnya turun tangan untuk melumpuhkan pelaku.

Melihat situasi yang tidak terkendali, awak kabin menyerahkan lakban dan kabel pengikat (zip ties) kepada para penumpang yang membantu menundukkan pelaku.

Video dan foto yang beredar memperlihatkan pelaku diikat erat ke kursi penerbangan menggunakan lakban dan kabel pengikat, bahkan bagian kepalanya turut ditahan ke sandaran kursi agar tidak menggigit atau melukai orang lain saat berontak.

"Seketika situasi berubah dari tenang menjadi jeritan dan kekacauan. Pria itu mencengkeram leher penumpang di sebelahnya dan melakukan penganiayaan," ujar salah satu penumpang yang membantu melumpuhkan pelaku, Juan Mejia, melansir CBS Texas.

Pihak American Airlines mengonfirmasi insiden pengalihan rute tersebut dan menegaskan tidak memberi toleransi terhadap segala bentuk aksi kekerasan di atas udara.

"Keselamatan dan keamanan pelanggan serta anggota tim adalah prioritas utama kami. Kami berterima kasih kepada kru dan penumpang atas profesionalisme dan pengertian mereka," tulis pernyataan resmi American Airlines.

Pihak Kepolisian Transportasi Maryland bersama Badan Investigasi Federal (FBI) telah mengamankan pelaku saat pesawat mendarat di Baltimore. FBI kini tengah melakukan pemeriksaan saksi guna menentukan apakah pelaku akan dijerat dengan pasal tindak pidana federal.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK