Kenapa Skin Barrier Penting bagi Kulit dengan Dermatitis Atopik

CNN Indonesia
Minggu, 06 Sep 2026 19:25 WIB
close up of asian woman feel sad because her skin is very oily on face
Ilustrasi. Sangat penting merawat kesehatan kulit wajah. (iStockphoto/RyanKing999)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kulit kering mungkin terlihat sebagai masalah sederhana. Namun, bagi orang dengan dermatitis atopik, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa skin barrier atau lapisan pelindung kulit sedang terganggu.

Ketika skin barrier melemah, kulit tidak hanya lebih mudah kehilangan kelembapan, tetapi juga menjadi lebih rentan terhadap berbagai faktor dari lingkungan. Kondisi ini dapat membuat kulit terasa semakin kering, sensitif, gatal, hingga memicu munculnya ruam.

Karena itu, perawatan kulit pada dermatitis atopik tidak sebaiknya hanya dilakukan ketika gejala muncul. Menjaga kelembapan kulit secara konsisten juga menjadi bagian penting dari rutinitas sehari-hari untuk membantu mempertahankan fungsi skin barrier.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senior Brand Manager PT Galderma Indonesia, Firdha Wanda, mengatakan skin barrier berperan sebagai salah satu sistem pertahanan penting pada kulit.

"Skin barrier itu seperti sistem pertahanan pertama kulit. Ia membantu menjaga air tetap berada di dalam kulit sekaligus menjadi penghalang dari berbagai faktor eksternal. Ketika pertahanan ini melemah, kulit menjadi lebih mudah kering, sensitif, dan tidak nyaman," ujar Firdha dalam keterangannya.

Pada dermatitis atopik, gangguan fungsi skin barrier dapat menyebabkan air lebih mudah menguap dari permukaan kulit. Kondisi ini dikenal sebagai transepidermal water loss (TEWL). Kulit yang semakin kering kemudian dapat memicu rasa gatal. Jika digaruk, permukaan kulit dapat kembali mengalami gangguan sehingga memunculkan apa yang dikenal sebagai siklus gatal-garuk.

"Masalahnya bisa menjadi seperti lingkaran. Kulit kering memicu rasa gatal, digaruk, lalu permukaan kulit semakin terganggu. Karena itu, menjaga kelembapan kulit secara rutin menjadi penting untuk membantu memutus siklus tersebut," kata Firdha.

Salah satu anggapan yang masih sering ditemukan adalah pelembap hanya dibutuhkan ketika kulit sedang sangat kering atau dermatitis atopik kambuh. Padahal, penggunaan pelembap tetap dapat menjadi bagian dari rutinitas ketika kondisi kulit sedang relatif tenang. Tujuannya bukan hanya memberikan rasa nyaman, tetapi juga membantu mempertahankan kelembapan dan mendukung fungsi skin barrier.

"Jangan menunggu kulit terasa sangat kering baru menggunakan moisturizer. Justru perawatan yang konsisten ketika kondisi kulit sedang baik merupakan bagian dari upaya menjaga agar kulit tetap terawat," tutur Firdha.

Bagi pemilik kulit dengan dermatitis atopik, kandungan yang mendukung skin barrier juga dapat menjadi pertimbangan ketika memilih pelembap. Salah satunya adalah ceramide, kelompok lipid yang secara alami terdapat pada lapisan terluar kulit dan berperan dalam membantu mempertahankan struktur pelindung kulit.

"Ceramide bukan obat untuk dermatitis atopik. Namun, sebagai bagian dari formula pelembap, ceramide dapat membantu mendukung fungsi skin barrier. Jadi, penting untuk memahami perannya secara tepat: moisturizer merupakan bagian dari perawatan kulit, sementara kondisi dermatitis atopik yang aktif tetap perlu ditangani sesuai kebutuhan medis," jelasnya.

Memahami cara kerja pelembap

Pelembap tidak bekerja dengan satu cara. Secara umum, terdapat beberapa mekanisme yang dapat membantu menjaga kondisi kulit. Humektan bekerja dengan menarik dan mempertahankan air pada kulit. Sementara itu, emolien membantu mengisi celah di antara sel kulit sehingga permukaan kulit terasa lebih halus. Ada pula bahan oklusif yang membantu mengurangi penguapan air dari permukaan kulit.

"Yang sering dilihat konsumen hanya apakah pelembap terasa lembap atau tidak. Padahal, di baliknya ada beberapa mekanisme yang bekerja. Karena itu, memahami kebutuhan kulit jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren kandungan tertentu," ujarnya.

Selain kandungan, cara dan konsistensi penggunaan juga perlu diperhatikan. Setelah mandi, misalnya, kulit dapat dikeringkan dengan menepuknya secara perlahan menggunakan handuk. Pelembap kemudian dapat diaplikasikan ketika kulit masih sedikit lembap untuk membantu mempertahankan kelembapan. Penggunaan juga dapat diulang ketika kulit kembali terasa kering.

Untuk kulit yang sangat kering dan sensitif, formula produk juga perlu menjadi perhatian. Produk yang ditujukan untuk kulit sensitif dan tidak mengandung tambahan pewangi dapat dipertimbangkan dalam membangun rutinitas perawatan.

Salah satu produk yang ditujukan untuk kebutuhan kulit kering dan sensitif adalah rangkaian Cetaphil Pro AD Derma, termasuk Skin Restoring Moisturizer yang mengandung ceramide dan Filaggrin Technology. Namun, pemilihan produk tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing kulit.

"Rutinitas yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten sering kali lebih realistis daripada rutinitas yang panjang namun sulit dipertahankan. Kenali kebutuhan kulit, pilih produk yang nyaman, kemudian jadikan penggunaannya sebagai kebiasaan," kata Firdha.

(tis/tis)
placeholder