Abu vulkanik yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia akibat erupsi Gunung Anak Krakatau harus mulai diwaspadai. Tak hanya berbahaya bagi pernapasan, abu vulkanik juga tak aman bagi mata.
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengungkapkan bahaya abu vulkanik bagi kesehatan tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena ini mengandung silika yang seperti serpihan kaca yang tajam dan bisa merusak, khususnya pada organ yang terkena antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit," kata Dicky pada Minggu (6/9), dilansir Antara.
Pada mata, abu vulkanik bisa menyebabkan kemerahan, perih, berair dan sensitif cahaya sampai dengan membuat luka goresan. Mata juga bisa terkena peradangan konjungtivitis yang menimbulkan kemerahan, rasa terbakar, dan sensitif pada sinar matahari.
Lalu bagaimana cara mengatasi abu vulkanik di mata? Berikut ini beberapa panduannya:
1. Hindari aktivitas berat
Dicky menganjurkan warga menghindari aktivitas berat saat kadar abu vulkanik di udara sedang tinggi.
"Abu vulkanik segar maksud saya, bisa memiliki lapisan asam yang menambah efek iritasi pada paru dan mata sebelum tersapu hujan," katanya.
2. Gunakan air untuk membersihkan barang
Jika hendak membersihkan barang-barang di sekitar kita yang terkena debu vulkanik, sebaiknya gunakan air. Hal ini untuk mengantisipasi debu beterbangan dan mengenai mata.
Sebisa mungkin jangan menggosok abu pada permukaan atau mengibas pakaian supaya penyebaran tak makin meluas.
3. Gunakan pelindung mata
Penting untuk menggunakan pelindung mata sebagai cara mencegah partikel tajam masuk ke mata dan menyebabkan iritasi.
"Jangan lupa, karena ini adalah debu silika yang tajam jadi gunakan pelindung mata dengan kacamata ataupun bisa kacamata. Kalau mata teriritasi, segera bilas dengan air bersih," ucap Dicky.
4. Jangan gunakan lensa kontak
Mengutip laman Esquire Filipina, sebisa mungkin batasi aktivitas dan tetap berada di dalam ruangan untuk menghindari paparan abu vulkanik.
Jika terpaksa harus keluar rumah, Anda perlu menggunakan pelindung mata seperti kacamata biasa atau kacamata renang. Untuk sementara jangan gunakan lensa kontak.
5. Jangan melihat ke atas
Saat Anda sedang berada di luar ruangan, hindari pula untuk melihat ke atas. Perlu diingat, abu vulkanik bukanlah salju dan berbahaya untuk mata.
Jika terkena, cara mengatasi abu vulkanik di mata yang bisa Anda lakukan, yakni dengan menggunakan obat tetes mata atau bilas dengan air mengalir bersih. Hal ini akan membersihkan abu dalam lima hingga sepuluh menit.
6. Jangan menggosok mata
Jika teriritasi abu vulkanik, jangan sekali-kali menggosok mata. Menggosok akan membuat abu masuk ke mata dan menyebabkan partikel tersebut menggores permukaannya.
Abu yang masuk ke mata dapat menyebabkan abrasi dan infeksi kornea, yang mengancam penglihatan.
Itu dia beberapa cara mengatasi abu vulkanik di mata sekaligus pencegahannya. Jika mata menjadi merah, terasa sakit, dan penglihatan berubah, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter mata.
(rti)
