Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik, Alternatif Transportasi Naik Apa?

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 14:15 WIB
Bandara Soekarno Hatta ditutup akibat sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. (REUTERS/Claudio Pramana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyebabkan sebaran abu vulkanik yang mengganggu aktivitas sejumlah bandara di Indonesia.

Kondisi tersebut membuat bandara ditutup dan banyak penerbangan harus dibatalkan atau ditunda demi menjaga keselamatan penerbangan.

Bagi masyarakat yang harus tetap melakukan perjalanan, ada sejumlah pilihan transportasi alternatif yang bisa digunakan, mulai dari kereta api, bus, hingga kapal laut.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk menggunakan moda transportasi alternatif selama sejumlah bandara ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Pemerintah telah menyiapkan berbagai skema perpindahan moda transportasi apabila layanan penerbangan terganggu akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Dudy, dikutip dari Antara.

1. Kereta Api

Kereta api dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang harus melakukan perjalanan antarkota.

PT KAI juga menambah perjalanan kereta api dari Surabaya menuju Jakarta sebagai alternatif transportasi di tengah gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Selain perjalanan langsung, pemerintah juga menyiapkan layanan bus dan kereta secara gratis bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta ke sejumlah bandara alternatif.

2. Bus

Bus bisa menjadi alternatif untuk perjalanan antarkota maupun melanjutkan perjalanan dari bandara alternatif menuju kota tujuan.

Moda transportasi darat juga memungkinkan penumpang tetap melanjutkan perjalanan tanpa harus menunggu kondisi abu vulkanik membaik dan bandara kembali beroperasi.

3. Kapal Laut

Untuk perjalanan antar-pulau, kapal laut juga dapat menjadi pilihan. Kementerian Perhubungan menyebut transportasi laut sebagai salah satu moda yang dapat digunakan masyarakat selama penerbangan terganggu.

Penyeberangan melalui Selat Sunda, misalnya, dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak berpindah antara Pulau Jawa dan Sumatra. Namun, pilihan ini tetap bergantung pada rute kapal dan kondisi operasional di masing-masing pelabuhan.

4. Gunakan Bandara Alternatif

Selain berpindah moda, pemerintah juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk mengantisipasi gangguan penerbangan.

Bandara tersebut antara lain Kertajati di Majalengka, Ahmad Yani di Semarang, Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Adi Soemarmo di Solo. Kelima bandara tersebut disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam.

Meski perjalanan menggunakan kereta, bus, maupun kapal laut membutuhkan waktu lebih lama, moda transportasi darat dan laut dapat menjadi pilihan ketika penerbangan terganggu.

Selain itu, perjalanan tersebut juga bisa lebih hemat biaya, terutama jika harga tiket pesawat melonjak akibat tingginya permintaan atau harus melakukan perjalanan ulang.

Namun, masyarakat tetap perlu memeriksa jadwal, rute, dan kondisi operasional sebelum berangkat. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama, terutama karena kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih dapat berubah.

(dsd/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK