Amankah Menggunakan AC Saat Ada Hujan Abu Vulkanik?
Hujan abu vulkanik kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama soal kualitas udara di dalam rumah atau kendaraan. Banyak orang bertanya-tanya, apakah tetap aman menggunakan AC saat partikel abu masih beterbangan di udara?
Jawabannya tidak selalu sama, karena semuanya bergantung pada intensitas hujan abu vulkanik. Pada kondisi ringan, AC umumnya masih bisa digunakan dengan aman selama rumah tertutup rapat.
Namun, saat hujan abu vulkanik tergolong tebal, pemakaian AC justru bisa menimbulkan masalah pada perangkat dan kesehatan penghuni rumah. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan terkait penggunaan AC ketika sedang terjadi hujan abu vulkanik.
Amankah menyalakan AC ketika sedang hujan abu vulkanik?
Secara umum, menggunakan AC saat hujan abu vulkanik ringan masih diperbolehkan. Menurut laman Inquirer, tipe AC split maupun AC jendela bekerja dengan mengambil udara dari dalam ruangan, bukan langsung dari luar.
Selama pintu dan jendela tertutup rapat, udara di dalam rumah tidak langsung terkontaminasi oleh abu yang berada di luar.
Namun, situasinya berbeda ketika hujan abu vulkanik ternyata cukup tebal dan intens. Pada kondisi ini, penggunaan AC sebaiknya dihentikan sementara. Alasannya lebih ke arah teknis keamanan.
Abu yang masuk ke unit luar AC dapat menumpuk pada kondensor dan komponen lain, sehingga berisiko menyebabkan panas berlebih pada kompresor dan mengganggu sistem pendingin secara keseluruhan.
Hal terpenting yang mesti dilakukan usai hujan abu vulkanik, baik ringan maupun berat, yakni membersihkan AC untuk mencegah penumpukan partikel yang dapat menurunkan kinerja alat.
Jika ingin membersihkannya sendiri, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan alat penyedot debu.
Namun, Anda harus sangat berhati-hati saat membersihkan bagian luar AC split, terutama ketika membasahi komponen eksternal. Coil yang basah dan circuit board yang terkena air dapat memicu gangguan listrik.
Perlu diingat, AC hanya mendaur ulang udara yang ada di dalam ruangan. Jika abu vulkanik terus masuk dari luar, kualitas udara di rumah tetap akan terganggu meski AC menyala.
Bagaimana dengan AC di dalam mobil?
Saat terjadi hujan abu vulkanik, warga disarankan untuk lebih banyak tinggal di dalam ruangan. Namun jika terpaksa harus berkendara, terutama mobil, sebaiknya jangan gunakan AC saat hujan abu cukup berat.
Menurut laman Visor, pastikan jendela tetap tertutup sambil hindari menyalakan sistem AC kendaraan.
Saat AC mobil dioperasikan, udara dari luar bisa masuk bersama partikel abu vulkanik. Apalagi saat hujan abu berat, sistem resirkulasi udara di mobil pun tidak mampu menyaring seluruh debu vulkanik. Artinya, sebagian partikel tetap dapat masuk ke dalam mobil dan terhirup oleh penumpang.
Pertimbangkan menggunakan air purifier
Selain memperhatikan soal penggunaan AC, Anda bisa mempertimbangkan memakai air purifier jika tersedia.
Mengutip laman Smart Parenting, alat ini membantu menyaring partikel berbahaya dari udara dalam ruangan, termasuk debu, asap, dan polutan lain. Dengan begitu, kualitas udara di rumah bisa lebih terjaga saat hujan abu vulkanik.
Abu vulkanik yang bercampur dengan berbagai partikel berbahaya lainnya dapat memperparah penyakit pernapasan. Kondisi seperti asma, rinitis alergi, dan penyakit kronis lain bisa memburuk akibat paparan abu.
Oleh karena itu, bagi pasien dengan asma atau alergi, penting untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah sambil tetap minum obat perawatan rutin. Penting pula untuk menyiapkan obat darurat dan menyiapkan rencana penanganan jika gejala memburuk.
Itu dia beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait penggunaan AC ketika terjadi hujan abu vulkanik. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko paparan abu vulkanik bisa diminimalkan, baik di rumah maupun saat berada di perjalanan.
(rti)