Minuman yang Bantu Redakan Lendir Usai Terpapar Abu Vulkanik
Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan. Abu vulkanik yang terbawa angin dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama ketika masuk ke rumah atau terhirup saat berada di luar ruangan.
Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan batuk, tenggorokan terasa mengganjal, hidung tersumbat, hingga produksi lendir meningkat. Kondisi ini membuat sebagian orang mencari minuman yang dipercaya bisa membersihkan paru-paru.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak ada minuman yang terbukti dapat menghilangkan abu vulkanik dari paru-paru atau "mendetoksifikasi" organ tersebut. Paru-paru memang memiliki mekanisme pembersihan alami, tetapi paparan partikel dalam jumlah banyak tetap dapat menyebabkan iritasi dan peradangan.
Meski demikian, beberapa minuman dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan meredakan keluhan yang menyertai paparan abu vulkanik.
Minuman untuk membantu meredakan lendir
Berikut beberapa pilihan minuman yang dapat dikonsumsi untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan dan saluran pernapasan, melansir berbagai sumber:
1. Air putih
Air putih merupakan pilihan utama untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga lendir di saluran pernapasan agar tidak terlalu kental, sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk.
Jika tenggorokan terasa kering atau mengganjal setelah terpapar abu vulkanik, minum air putih secara berkala dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
2. Air hangat
Air hangat dapat membantu memberikan rasa lega pada tenggorokan yang teriritasi. Suhu hangat juga dapat membuat lendir terasa lebih mudah dikeluarkan.
Namun, air hangat tidak bekerja dengan cara mengangkat abu vulkanik dari paru-paru. Manfaatnya lebih berkaitan dengan kenyamanan dan hidrasi.
3. Teh jahe madu
Teh jahe madu dapat menjadi pilihan ketika batuk atau tenggorokan terasa tidak nyaman. Jahe memiliki senyawa yang berpotensi membantu meredakan peradangan, sementara madu dapat membantu mengurangi frekuensi batuk pada sebagian orang.
Untuk membuatnya, seduh irisan jahe dengan air panas, lalu tambahkan madu secukupnya setelah suhu minuman lebih hangat.
4. Teh lemon hangat
Teh lemon hangat dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memberikan rasa nyaman pada tenggorokan. Lemon juga mengandung vitamin C yang mendukung fungsi normal sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, minuman ini tidak dapat menghilangkan lendir atau abu vulkanik dari paru-paru.
5. Teh hijau
Teh hijau mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara umum. Minuman ini dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi belum ada bukti kuat bahwa teh hijau dapat membersihkan paru-paru dari abu vulkanik.
Bukan pengganti perlindungan dari abu vulkanik
Minuman hanya membantu meredakan keluhan, bukan menggantikan langkah perlindungan dari paparan abu vulkanik. Ketika abu vulkanik tercium atau terlihat di udara, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai, terutama masker yang dapat menyaring partikel halus.
Selain itu, tutup pintu dan jendela, hindari mengibaskan abu dengan cara yang membuatnya kembali beterbangan, serta bersihkan permukaan rumah dengan metode yang tidak menimbulkan debu.
Jika mengalami batuk atau tenggorokan terasa mengganjal, minum air putih dan istirahat dapat membantu. Namun, jangan menganggap lendir sebagai tanda bahwa paru-paru sedang "mengeluarkan racun" yang bisa dibersihkan dengan minuman tertentu.
(tis/tis)