ERUPSI ANAK KRAKATAU

Drama Penumpang Hadapi Gonta-ganti Jadwal Penerbangan Imbas Erupsi

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 18:30 WIB
Ilustrasi. Sejumlah penumpang harus berhadapan dengan ribetnya reschedule jadwal penerbangan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. (Istockphoto/ShutterOK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah penumpang pesawat harus mengubah rencana perjalanan setelah penerbangan mereka terdampak penutupan operasional bandara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan dibatalkan maupun dijadwal ulang. Penumpang pun harus memilih antara mengajukan refund atau reschedule, dengan proses dan konsekuensi yang berbeda.

Salah satunya dialami Agustiyanti (38). Ia seharusnya terbang dari Jakarta menuju Hanoi menggunakan Vietnam Airlines pada Minggu (6/9) pukul 01.30 WIB.

Agustiyanti mengatakan, informasi mengenai kemungkinan penundaan atau pembatalan sudah diterimanya sejak Sabtu (5/9) malam ketika melakukan check-in. Penumpang bahkan diminta sudah berada di gate pada pukul 00.40 WIB untuk mengantisipasi perubahan jadwal.

Namun, setelah masuk ke pesawat, penerbangan belum juga berangkat. Para penumpang sempat menunggu sekitar tiga jam di dalam pesawat sebelum akhirnya mendapat makanan.

"Jam segitu kami sudah masuk pesawat, terus keluar NOTAM, enggak langsung keluar. Sempat nunggu di pesawat tiga jam, penumpang dikasih makanan dulu," kata Agustiyanti kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/9).

Setelah menunggu, penumpang kemudian mendapat informasi bahwa tiket ditukar untuk penerbangan sekitar pukul 06.00 WIB. Namun, keberangkatan kembali tertunda karena penutupan bandara diperpanjang.

"Bandara, kan, ditutupnya diperpanjang terus. Akhirnya sekitar jam 14.00 baru dikasih kepastian kalau penerbangan hari itu di-cancel," ujarnya.

Agustiyanti kemudian mengurus pembatalan proses imigrasi dan kembali ke konter check-in untuk mengambil bagasi. Tiketnya sempat otomatis dijadwal ulang untuk penerbangan pada Senin pukul 11.00 WIB. Namun, jadwal tersebut kembali berubah seiring perpanjangan penutupan bandara.

"Tiket di-reschedule otomatis hari ini jam 11.00. Tapi karena bandara ditutup, di-reschedule lagi jadi jam 15.00, terus jam 21.00," kata dia.

Ia mengatakan, beberapa maskapai bahkan sudah lebih dulu membatalkan penerbangan pada hari tersebut. Agustiyanti akhirnya memilih tidak melanjutkan penerbangan karena agenda yang diikutinya hanya berlangsung hingga Rabu (9/9).

"Aku akhirnya milih enggak jadi terbang karena acara sebenarnya cuma sampai Rabu. Sisanya pengundang yang ngurus administrasi tiket dan lain-lain," ujarnya.

Ada yang memilih reschedule karena kebutuhan waktu

Situasi berbeda dialami Pius (26), ia seharusnya menggunakan Xiamen Air dari Jakarta menuju Jinan, dengan transit di Xiamen, China, pada Senin pukul 23.30 WIB.

Pius menerima notifikasi dari agen perjalanan bahwa penerbangannya dibatalkan maskapai. Tidak ada jadwal pengganti yang langsung disediakan sehingga ia mendapat dua pilihan, yakni refund atau reschedule.

Menurut Pius, jika memilih refund, estimasi dana yang akan dikembalikan penuh per penumpang.

"Kalau refund, estimasi dananya full sesuai tiket, tapi prosesnya bisa makan waktu sampai 90 hari," ujarnya.

Pengajuan refund juga memiliki batas waktu hingga Rabu pukul 23.30 WIB. Bentuk pengembalian dana dapat berupa uang tunai atau travel credit, bergantung pada keputusan maskapai.

Karena mengejar batas waktu pendaftaran kuliah, Pius akhirnya memilih reschedule.

"Karena aku ngejar tanggal pendaftaran kuliah dan proses refund-nya kelamaan, aku pilih reschedule," katanya.

Ia kemudian mengajukan perubahan jadwal ke penerbangan terdekat pada Rabu sekitar pukul 01.30 WIB. Namun, ketika proses masih berlangsung, kursi pada penerbangan yang dipilih sudah habis sehingga pengajuan reschedule gagal.

"Waktu itu prosesnya masuk ke tahap konfirmasi ketersediaan dan harga, estimasinya sekitar 60 menit. Tapi pas lagi nunggu itu, kursinya sudah keburu habis," ujar Pius.

Ia pun diminta mengajukan kembali perubahan jadwal. Sekitar pukul 15.30 WIB, Pius kembali mengajukan reschedule, kali ini untuk penerbangan pada Kamis (10/9).

"Jam setengah tiga siang aku ajukan lagi, sekarang ke tanggal 10. Prosesnya juga sama, dari request submitted lanjut ke tahap konfirmasi ketersediaan dan harga," katanya.

Ilustrasi. Banyak penumpang harus menghadapi ribetnya proses reschedule penerbangan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. (Matthew Smith)

Sampai Senin sore, pengajuan tersebut masih berada pada tahap konfirmasi. Pius mengatakan, ada dua kemungkinan setelah proses tersebut selesai.

Jika reschedule tidak dikenakan biaya tambahan, tiket akan langsung diproses hingga diterbitkan. Sementara jika ada biaya tambahan, ia akan diminta melakukan konfirmasi dan membayar selisih biaya terlebih dahulu.

"Sampai sekarang aku masih di tahap itu, jadi belum tahu bakal ada tambahan biaya atau enggak," pungkasnya.

(anm/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK