Wisata Bromo Tetap Dibuka, tapi Pengunjung Dilarang Mengambil Gambar

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 13:30 WIB
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dibuka untuk wisata tapi dilarang ambil gambar. (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menghentikan sementara seluruh izin aktivitas pengambilan gambar atau syuting komersial maupun nonkomersial di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya.

Larangan itu disebutkan untuk meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan di tengah puncak musim kemarau.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan bahwa vegetasi di kawasan taman nasional saat ini berada dalam kondisi sangat kering, sehingga meningkatkan kerawanan pemicu api.

"Demi menjaga keselamatan pengunjung, kelestarian ekosistem, dan mencegah bencana kebakaran hutan, maka Balai Besar TNBTS menghentikan sementara waktu seluruh izin aktivitas shooting komersial maupun nonkomersial," ujar Rudijanta di Kota Malang, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Senin (7/9).

Rudijanta menegaskan bahwa vegetasi yang mengering sangat rentan terbakar akibat kelalaian manusia. Kegiatan pengambilan gambar berskala besar umumnya membawa peralatan teknis, perlengkapan kelistrikan, dan bahan bakar yang berpotensi memicu percikan api.

Kebijakan penghentian izin ini tertuang resmi dalam Surat Pengumuman Nomor PG.21/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/09/2026 yang diterbitkan pada 7 September 2026.

Aturan ini berlaku bagi seluruh event organizer (EO), rumah produksi (production house), serta penyelenggara acara dalam bentuk apa pun.

Pihak BB TNBTS menegaskan bakal menjatuhkan sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan bagi pihak yang nekat melanggar ketentuan tersebut.

"Pelanggaran menyangkut aturan ini akan ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan berlaku," kata dia.

Wisata Bromo Tetap Dibuka

Kendati izin shooting dihentikan, BB TNBTS memastikan aktivitas kunjungan wisata di kawasan Gunung Bromo dan Ranu Regulo tidak terdampak dan tetap beroperasi seperti biasa.

Sementara itu, untuk aktivitas pendakian menuju Gunung Semeru hingga saat ini masih ditutup total akibat dampak kebakaran hutan sebelumnya.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK