Wahana Visi Indonesia (WVI) bekerja sama dengan Seoul Guarantee Insurance (SGI) kembali mengadakan program SGI Dream Class guna meningkatkan kualitas pendidikan melalui dukungan perangkat digital di sekolah area Jakarta Utara, yang dikenal sebagai lokasi padat penduduk dengan kondisi kerentanan sosial ekonomi yang tinggi.
National Director WVI, Angelina Theodora menjelaskan bahwa sebagai organisasi kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan anak, WVI berkomitmen memastikan anak-anak Indonesia bertumbuh dengan baik, antara lain melalui peningkatan fasilitas pendidikan.
Dalam komitmen tersebut, WVI bekerja sama dengan SGI sejak 2022 untuk meningkatkan akses terhadap teknologi di sekolah. Pada tahun 2026, kolaborasi ini telah memberikan manfaat bagi tiga sekolah di Jakarta Utara.
![]() Dukungan dari SGI dan WVI melalui program SGI Dream Class. (Dok. WVI) |
"Secara total, terdapat 677 siswa dan 61 guru yang menerima manfaat melalui donasi ini. Perangkat digital ini akan dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan membangun kemampuan literasi digital yang baik untuk anak-anak," kata Angelina.
Program ini melibatkan Dinas Pendidikan tingkat kecamatan, yang merekomendasikan sekolah yang membutuhkan dukungan perangkat digital.
Selain itu, pihak sekolah sebagai partisipan berkewajiban memelihara serta merawat perangkat digital yang diterima dari SGI. Peserta didik dalam program ini juga didorong untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab di sekolah dengan memanfaatkan semaksimal mungkin bantuan yang telah diberikan.
SGI Dream Class bertujuan mengatasi masalah implementasi teknologi di sektor pendidikan yang masih tertinggal. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara, Heni Nurhayani, menilai bahwa bantuan perangkat pendukung pembelajaran digital ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan lembaga sosial dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas.
"Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh sekolah penerima manfaat, tidak hanya untuk mendukung proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman," ujarnya.
![]() Dukungan dari SGI dan WVI melalui program SGI Dream Class. (Dok. WVI) |
Pada seremoni serah terima donasi perangkat pembelajaran digital, Chief Representative of Jakarta Representative Office Seoul Guarantee Insurance, Lee Jong Yeong, dalam sambutannya mendorong para siswa untuk memanfaatkan teknologi dengan baik, karena teknologi dapat membuka berbagai peluang baru.
"Untuk semua siswa, saya berharap kalian selalu memiliki rasa ingin tahu, terus belajar, dan memanfaatkan perangkat baru ini dengan sebaik-baiknya. Teknologi dapat membuka banyak peluang baru. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kalian menggunakannya untuk belajar, berkreasi, dan terus berkembang," kata Lee Jong Yeong.
Seorang siswa penerima manfaat, Nathan, menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas bantuan perangkat digital. Ia mengaku semangat belajarnya kini semakin meningkat.
"Terima kasih untuk SGI dan WVI yang sudah membantu sekolah kami dengan mendonasikan laptop dan perangkat digital lainnya. Perangkat ini akan saya gunakan untuk mengakses internet lebih luas dan membantu pembelajaran seperti IPA, Matematika, dan lain-lain. Fasilitas yang memadai ini akan membuat kami sebagai siswa bisa lebih semangat belajar dengan menggunakan perangkat digital," kata Nathan.
Tidak hanya siswa, para guru turut merasakan manfaat program, seperti yang diakui guru komputer di salah satu SD, Achmad.
Berkat bantuan WVI dan SGI, kini para siswa dapat langsung belajar dan praktik menggunakan perangkat komputer, mulai dari mengetik, mengoperasikan aplikasi seperti Word dan PowerPoint, belajar mencari informasi secara bijak di internet, hingga pengenalan dasar-dasar teknologi dan informatika sesuai dengan tingkat kelas masing-masing.
"Sebagai guru komputer, saya berharap bantuan ini dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi para siswa dalam mengenal dan mempelajari teknologi sejak dini. Dengan adanya laptop ini, pembelajaran komputer tidak hanya sebatas teori," pungkas Achmad.
(adv/adv)

