Pemandu Wisata Paksa Turis Belanja Suvenir, 2 Agen Travel Diskors

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 06:00 WIB
Pemandu Wisata Paksa Turis Belanja Suvenir, 2 Agen Travel Diskors
Salah satu sudut kota di Hong Kong. (istockphoto/gionnixxx)
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Pariwisata Hong Kong (Travel Industry Authority/TIA) menangguhkan izin operasional dua agen perjalanan dan seorang pemandu wisata setelah terbukti memaksa rombongan turis berbelanja.

Langkah tegas ini diambil TIA demi menjaga reputasi Hong Kong sebagai destinasi wisata global.

Mengutip VN Express, dua agen perjalanan yang dijatuhi sanksi tersebut adalah Go Go Ming Travel Services Limited dan Grandee Travel Company Limited.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, pemandu wisata yang terlibat diidentifikasi bernama Sun Kwun-ying, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post.

Kedua agen perjalanan itu masing-masing memandu rombongan wisatawan pada Februari dan April 2026. TIA menilai pihak agen gagal mengambil langkah antisipasi yang wajar untuk melindungi wisatawan dari praktik pemaksaan berbelanja.

Selama tur berlangsung, Sun dilaporkan melontarkan kalimat bernada ancaman demi menekan wisatawan agar melakukan pembelian barang, menurut surat kabar The Standard.

TIA menegaskan menerapkan prinsip toleransi nol (zero tolerance) terhadap praktik pemaksaan berbelanja maupun tindakan tidak pantas lainnya yang merusak citra industri pariwisata. Otoritas berjanji akan terus menindak tegas setiap pelanggaran yang merugikan kepentingan wisatawan.

Pengetatan pengawasan ini dilakukan di tengah lonjakan sektor pariwisata setempat. Hong Kong mencatatkan kunjungan 31,22 juta turis asing sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut mengukuhkan posisi Hong Kong sebagai kota kedua dengan jumlah kunjungan turis terbanyak di dunia setelah Bangkok, Thailand.

(dsd/wiw)
placeholder