Curiga Pasangan Selingkuh? Jangan Buru-buru Ambil Keputusan
Curiga pasangan berselingkuh bisa membuat pikiran tidak berhenti mencari jawaban. Perubahan kecil seperti ponsel yang tiba-tiba lebih dirahasiakan, jadwal yang semakin sulit ditebak, atau sikap pasangan yang terasa berbeda dapat memunculkan pertanyaan: apakah ada sesuatu yang disembunyikan?
Masalahnya, rasa curiga belum tentu menjadi bukti perselingkuhan. Terlalu cepat menuduh juga dapat membuat situasi semakin rumit. Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan lebih dulu agar keputusan yang diambil tidak semata-mata didorong emosi.
Jangan langsung menganggap firasat sebagai bukti
Melansir Vice, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi Figs O'Sullivan mengatakan perubahan dalam hubungan terkadang memang dapat dirasakan sebelum seseorang mampu menjelaskan apa yang sebenarnya berubah.
Menurut O'Sullivan, pasangan yang merasa dikhianati sering kali menyadari ada sesuatu yang tidak beres sebelum memiliki bukti yang jelas. Meski begitu, intuisi tetap tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa pasangan benar-benar berselingkuh.
Sebelum konfrontasi, cari tahu situasinya
Jika kecurigaan semakin kuat, langkah berikutnya bukan berarti langsung membuka percakapan dengan tuduhan. Konfrontasi yang dilakukan terlalu cepat justru dapat membuat situasi semakin sulit, terutama jika persoalan yang dihadapi nantinya berkaitan dengan aspek hukum atau finansial.
Hal ini terutama relevan jika seseorang mulai mempertimbangkan kemungkinan untuk berpisah. Sebelum mengambil keputusan besar, penting untuk mengetahui kondisi keuangan yang selama ini dimiliki bersama.
Dokumen seperti rekening bank, tagihan kartu kredit, laporan pajak, maupun rekening pensiun yang memang dapat diakses secara sah dapat mulai diperiksa dan disimpan salinannya.
Langkah tersebut bukan berarti seseorang harus langsung mengajukan perceraian. Tujuannya lebih sederhana, yakni memahami posisi diri sendiri sebelum mengambil keputusan besar.
Jangan terjebak mencari setiap detail perselingkuhan
Keinginan untuk mengetahui semuanya sangat wajar ketika seseorang merasa dikhianati. Siapa orangnya? Sejak kapan? Di mana mereka bertemu? Apakah sudah berlangsung lama? Apakah pasangan benar-benar mencintainya?
Namun, mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan tersebut belum tentu langsung menyelesaikan masalah. Terlalu banyak detail justru dapat membuat seseorang terus membayangkan kejadian yang sebenarnya tidak perlu diketahuinya.
Karena itu, sebelum berbicara dengan pasangan, ada baiknya menentukan terlebih dahulu informasi apa yang memang penting untuk diketahui. Fokus pada hal-hal yang dapat membantu seseorang memahami situasi dan menentukan langkah berikutnya.
Lalu, harus bertahan atau berpisah?
Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua pasangan. Mengutip American Psychological Association (APA), psikolog yang membantu pasangan menghadapi perselingkuhan menekankan bahwa perselingkuhan tidak otomatis berarti sebuah hubungan harus berakhir.
Ada pasangan yang memilih memperbaiki hubungan, sementara pasangan lain memutuskan untuk berpisah. APA mencatat bahwa pasangan yang menghadapi perselingkuhan memiliki sejumlah pilihan untuk memulihkan hubungan, termasuk melalui bantuan psikolog atau terapi pasangan.
Psikolog dapat membantu pasangan memahami apa yang terjadi, menetapkan kembali batasan dalam hubungan, serta menentukan seperti apa hubungan yang ingin dibangun setelah perselingkuhan.
Keputusan untuk bertahan atau pergi tetap perlu dipertimbangkan berdasarkan kondisi masing-masing pasangan. Tidak semua hubungan memiliki persoalan, kebutuhan, dan batas toleransi yang sama.
Ketika persoalannya berpotensi masuk ke ranah perceraian atau keuangan bersama, konsultasi dengan profesional yang relevan juga dapat membantu seseorang memahami pilihan yang tersedia.
Sementara itu, jika hubungan masih ingin dipertahankan, komunikasi yang terbuka dan penuh empati dapat menjadi bagian penting dari proses tersebut. Ingat, keputusan besar sebaiknya diambil setelah situasi dipahami dengan lebih jernih, bukan hanya berdasarkan rasa curiga atau emosi sesaat.
(anm/tis)