Saat menginap di hotel, ada banyak detail kecil yang mungkin luput dari perhatian. Salah satunya tanda panah yang kerap terlihat di plafon kamar.
Bagi sebagian orang, tanda tersebut mungkin dianggap sebagai petunjuk arah biasa atau sekadar bagian dari desain interior. Namun, tanda panah di plafon kamar hotel ternyata memiliki fungsi penting bagi tamu Muslim.
Lantas, apa arti tanda panah di plafon kamar hotel?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda tersebut umumnya merupakan penunjuk arah kiblat, yakni arah menuju Ka'bah di Makkah, Arab Saudi, yang menjadi kiblat umat Islam ketika melaksanakan salat.
Tanda ini banyak ditemukan di hotel-hotel di berbagai negara, terutama wilayah dengan populasi Muslim yang cukup besar. Dilansir dari Slate, penunjuk arah kiblat menjadi salah satu fasilitas sederhana yang dapat membantu tamu Muslim menjalankan ibadah selama bepergian.
Arti tanda panah di plafon kamar hotel
Penunjuk arah kiblat dapat membantu tamu menentukan arah salat ketika berada di tempat yang belum familiar. Saat berada di kota atau negara lain, misalnya, seseorang mungkin kesulitan mengetahui arah kiblat, terlebih ketika berada di dalam gedung dan tidak dapat melihat posisi matahari secara langsung.
Karena itu, hotel dapat menyediakan penunjuk arah kiblat yang mudah ditemukan. Bentuknya pun beragam dan tidak selalu berupa tanda panah di plafon. Sebagian hotel memasangnya dalam bentuk stiker atau pelat kecil yang ditempatkan di dekat pintu, meja, atau bagian tertentu di dalam kamar.
Lantas, bagaimana pihak hotel menentukan arah tersebut?
Sebelum hotel beroperasi, arah kiblat umumnya ditentukan berdasarkan posisi geografis bangunan. Penentuan arah dapat dilakukan menggunakan kompas maupun teknologi digital, seperti aplikasi pencari arah kiblat.
Pada sejumlah hotel, pengecekan juga dilakukan untuk memastikan penunjuk yang dipasang mengarah sesuai perhitungan. Lokasi pemasangannya kemudian dipilih agar mudah terlihat oleh tamu.
Plafon, terutama area dekat pintu masuk kamar, menjadi salah satu lokasi yang praktis. Dengan begitu, tamu dapat langsung menemukan penunjuk ketika memasuki kamar tanpa perlu mencarinya di laci atau meja yang mungkin tertutup barang bawaan.
Selain memiliki fungsi praktis, keberadaan penunjuk kiblat juga menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan tamu dengan latar belakang yang beragam.
Bagi Muslim yang sedang bepergian jauh dari rumah, fasilitas sederhana tersebut dapat membuat pelaksanaan ibadah menjadi lebih mudah. Tamu tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari atau memperkirakan arah kiblat secara mandiri.
Jadi, jika melihat tanda panah di plafon kamar hotel saat menginap, jangan buru-buru menganggapnya sebagai bagian dari dekorasi. Tanda tersebut kemungkinan merupakan penunjuk arah kiblat yang disediakan untuk membantu tamu Muslim menentukan arah salat.
(gas/tis)
