Dalam banyak cerita empiris, kita sering mendengar hewan peliharaan termasuk kucing memiliki insting kuat. Hal ini membuat mereka menunjukkan perilaku tak biasa beberapa jam sebelum bencana seperti gempa terjadi.
Sebagai manusia, kita cenderung mengandalkan teknologi dan sistem peringatan dini untuk mendeteksi gempa. Namun terkadang, insting kucing disebut bisa lebih cepat ketimbang alat deteksi gempa buatan manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun adakah bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut? Simak penjelasan berikut ini terkait kemampuan kucing dan hewan lainnya.
Bisakah kucing deteksi gempa bumi?
Bicara soal kemampuan kucing yang bisa prediksi gempa bumi, sebenarnya ada banyak informasi yang saling bertentangan. Ada studi yang mendukung, tetapi ada juga yang menentangnya.
Mengutip Catster, seorang ilmuwan Jerman bernama Helmut Tributsch percaya kucing bisa merasakan gempa bumi. Ia pun menerbitkan sebuah buku yang mengeklaim kucing dapat mendeteksi ion yang dihasilkan oleh gesekan lempeng tektonik pada 1900.
Studi lain datang dari ahli geologi AS, Jim Berkland. Ia berhasil memprediksi dua gempa bumi di California hanya dengan memantau jumlah iklan hewan peliharaan yang hilang di surat kabar lokal. Meningkatnya jumlah ini ditengarai berkaitan erat dengan gempa bumi yang akan segera terjadi.
Namun ada juga yang menentang teori ini. Seismological Society of America mengklaim bahwa semua cerita tentang hewan yang bisa merasakan gempa akan datang, hanyalah bukti anekdot.
Berbagai studi memang menunjukkan perilaku abnormal pada sejumlah kucing sebelum gempa bumi terjadi. Namun tingkah aneh kucing tersebut bervariasi, begitu pula jaraknya ke pusat gempa.
Meski basis studinya belum kuat, setidaknya ada sejumlah perilaku yang bisa diamati pada kucing berdasarkan pengalaman empiris para pemiliknya.
Mengutip The Nest, para pemilik kucing melaporkan berbagai perilaku, seperti merengek, mengeong berlebihan, hingga bertingkah cemas, takut, atau bingung. Beberapa kucing bahkan melarikan diri untuk mencari tempat lebih aman sambil membawa anak-anaknya jika ada.
Hewan lain yang juga bisa deteksi gempa
Tak hanya kucing, ada sejumlah hewan lain yang diduga bisa mendeteksi gempa bumi juga. Hewan apa saja itu?
1. Anjing
Ilustrasi. Selain kucing, anjing disebut bisa deteksi gempa secara dini. (iStockphoto/fotocelia) |
Mengutip Times of India, anjing diketahui memiliki indra yang tajam. Anjing dapat mendeteksi suara frekuensi tinggi seperti gerakan halus batuan bawah tanah dan getaran tanah kecil akibat gelombang seismik.
Mereka pun akan menunjukkan perilaku tak biasa, seperti menggonggong berlebihan atau coba melarikan diri. Hal ini dilakukan beberapa jam atau beberapa hari sebelum gempa bumi terjadi.
2. Katak
Katak pun disebut dapat mendeteksi aktivitas seismik beberapa hari sebelumnya. Hal ini dibuktikan dalam studi pada 2009 di Italia.
Para peneliti mengamati koloni katak meninggalkan habitat mereka lima hari sebelum gempa bumi bermagnitudo 6,3 melanda Kota L'Aquila, Italia.
3. Tikus
Masih terkait dengan gempa di L'Aquila pada 2009, temuan empiris lain yang menarik juga terjadi pada kelompok tikus.
Banyak penduduk setempat melaporkan melihat tikus meninggalkan bangunan dan berlari ke area terbuka beberapa jam sebelum getaran terasa.
4. Burung
Ilustrasi. Burung juga diduga bisa mendeteksi gempa bumi. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S) |
Hewan yang satu ini juga sudah lama dicurigai memiliki kemampuan mendeteksi aktivitas seismik sebelum terjadi gempa.
Banyak spesies, seperti burung pipit, merpati, hingga burung layang-layang, dianggap peka terhadap pergeseran halus medan magnet bumi dan getaran frekuensi rendah.
5. Sapi
Sapi juga dipercaya menunjukkan perilaku tak biasa sebelum gempa bumi. Hewan ternak ini disebut bisa mendeteksi getaran tanah dan pergeseran atmosfer yang halus sebelum manusia bisa merasakannya.
Banyak cerita empiris dari peternak yang melaporkan kejadian sapi gelisah, berhenti makan, atau berkumpul dalam formasi yang tidak biasa beberapa jam sebelum gempa terjadi.
Kemampuan kucing dan hewan lainnya dalam mendeteksi gempa bumi memang masih belum banyak didukung oleh studi kuat. Namun setidaknya mengetahui perilaku mereka bisa menjadi 'alarm' tambahan bagi manusia.
(rti)


