Beda Influenza A dan Flu Biasa, Apa Saja Gejalanya?

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 06:00 WIB
Beda Influenza A dan flu biasa
Ilustrasi. Kerap dianggap sama, padahal Influenza A dan flu biasa alias common cold itu berbeda. (Getty Images/nopparit)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus Influenza A sedang merebak di beberapa wilayah di Indonesia. Banyak yang menganggap Influenza A sama saja dengan flu biasa. Padahal keduanya berbeda. Kenali beda Influenza A dan flu biasa. 

Beberapa wilayah di Indonesia diramaikan dengan kasus Influenza A. Baru-baru ini di Surabaya, kasus influenza A melonjak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang kita ada beberapa titik-titik yang kami lihat kenaikan influenza ini kami monitor. Saya dengar sih ada yang di Jawa Timur, di beberapa titik agak naik," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin seperti dilaporkan detikHealth, Selasa (15/9).

Demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan badan terasa tidak enak bisa muncul ketika seseorang mengalami penyakit pernapasan. Gejala-gejala tersebut juga kerap ditemukan pada influenza maupun flu biasa atau common cold, sehingga keduanya sering dianggap sama.

Beda Influenza A dan flu biasa

Influenza sendiri memiliki beberapa tipe virus, salah satunya Influenza A yang dapat menyebabkan flu pada manusia. Sementara itu, flu biasa mengarah pada common cold. Common cold bukan disebabkan oleh satu jenis virus, melainkan berbagai virus pernapasan.

Lantas, apa sebenarnya Influenza A dan bagaimana membedakannya dari flu biasa?

Influenza A

WHO mengelompokkan virus influenza menjadi empat tipe, yaitu A, B, C, dan D. Pada manusia, influenza musiman terutama disebabkan oleh virus Influenza A dan B.

Influenza A sendiri memiliki beberapa subtipe. Dua subtipe yang saat ini diketahui beredar pada manusia adalah A(H1N1) dan A(H3N2). Ketika seseorang disebut terkena Influenza A, artinya ia mengalami infeksi influenza yang disebabkan oleh virus tipe A.

Pada sebagian orang, terutama kelompok berisiko tinggi, influenza dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Gejala Influenza umumnya datang secara mendadak. Seseorang bisa merasa sehat lalu dalam waktu relatif singkat mengalami demam atau menggigil, batuk, sakit kepala, nyeri tubuh, dan kelelahan. WHO menyebut gejala lain yang dapat muncul meliputi sakit tenggorokan dan pilek.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal BMJ, demam termasuk salah satu tanda yang cukup membantu dalam mengidentifikasi influenza. Batuk juga memiliki sensitivitas tinggi, sekitar 92 persen pada orang dewasa.

Kombinasi batuk dan demam dapat memberikan petunjuk yang lebih kuat dibandingkan satu gejala saja. Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa gejala secara individual masih memiliki keterbatasan untuk memastikan seseorang terkena influenza.

Flu biasa

Berbeda dari influenza, common cold atau yang dalam bahasa Indonesia sering disebut selesma merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang dapat disebabkan oleh banyak jenis virus.

Mengutip CDC, ada lebih dari 200 virus pernapasan yang dapat menyebabkan common cold. Salah satu penyebab yang paling umum adalah rhinovirus. Virus lain juga dapat menyebabkan gejala serupa, termasuk beberapa jenis coronavirus musiman dan adenovirus.

Selesma biasanya menimbulkan gejala yang lebih ringan dan berkembang secara bertahap. Pilek, hidung tersumbat, bersin, batuk, dan sakit tenggorokan termasuk keluhan yang umum. 

Beda Influenza A dan flu biasaIlustrasi. Beda Influenza A dan flu biasa salah satunya ada pada gejalanya. Gejala Influenza dirasakan secara mendadak, sedangkan flu biasa dirasakan secara bertahap. (benzoix/Freepik)

Gejala biasanya dimulai secara bertahap. Pilek atau hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk lebih sering menjadi gejala utama. Demam pada orang dewasa juga relatif jarang dan jika muncul biasanya ringan.

Kemiripan gejala membuat influenza tidak selalu bisa dibedakan dari penyakit pernapasan lain hanya berdasarkan keluhan yang dirasakan. Gejala influenza dapat menyerupai berbagai infeksi pernapasan lainnya.

Gejala seperti demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri tubuh, dan kelelahan memang dapat menjadi petunjuk awal. Untuk memastikan apakah seseorang mengalami influenza, atau flu biasa, diperlukan pemeriksaan atau tes.

(anm/els)