Kenapa Ekor Kucing Bergerak Saat Tidur? Ternyata Ini Alasannya

CNN Indonesia
Sabtu, 19 Sep 2026 19:45 WIB
Ilustrasi. Kenapa ekor kucing sering kali bergerak saat tidur? Apakah mereka belum tertidur lelap? (iStockphoto/Nirian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernahkah kamu melihat kucing yang sedang tidur tiba-tiba menggerakkan ekor mereka? Apa mereka benar-benar sedang tidur? Cari tahu alasan kenapa ekor kucing bergerak saat tidur.

Ekor pada kucing biasanya berfungsi menjaga keseimbangan tubuh saat berjalan di tempat sempit, melompat, atau berlari.

Namun, sering kali kucing juga menggerakkan ekor ketika sedang tidur. Padahal pada saat melakukan aktivitas tersebut, kucing tidak harus menjaga keseimbangan tubuh mereka.

Alasan kenapa ekor kucing bergerak saat tidur

Ternyata ada alasan kenapa ekor kucing tetap bergerak ketika tidur. Merangkum berbagai sumber, ini dia beberapa di antaranya.

1. Kucing sedang bermimpi

Ilustrasi kucing tidur. (iStockphoto)

Jadi, kenapa ekor kucing bergerak saat tidur? Sama seperti manusia, kucing juga dapat bermimpi ketika tidur. Saat memasuki fase tidur REM, aktivitas otak kucing meningkat dan otaknya dapat memproses kembali berbagai pengalaman.

Kucing mungkin sedang bermimpi mengejar mainan, berburu sesuatu, bermain, atau mendapatkan belaian dari pemiliknya. Aktivitas dalam mimpi tersebut dapat memicu gerakan kecil pada tubuh, termasuk ekor, kaki, atau kumis.

2. Kedutan otot alami

Ekor yang bergerak saat tidur juga bisa disebabkan oleh kedutan otot yang terjadi tanpa disadari. Sistem saraf tetap aktif ketika kucing tidur, sehingga beberapa bagian tubuh dapat bergerak ringan.

Selain ekor, kamu mungkin melihat kaki, kumis, telinga, atau bagian wajah kucing berkedut. Gerakan kecil seperti ini umumnya normal dan tidak berarti kucing sedang mengalami masalah kesehatan.

3. Kucing sedang mencari posisi nyaman

Tidak semua gerakan ekor berhubungan dengan mimpi. Terkadang, kucing hanya sedang mengubah posisi tidurnya agar terasa lebih nyaman.

Kucing sering menggulung tubuh, meregangkan kaki, atau menggeser posisi ketika tidur. Dalam proses tersebut, ekornya bisa ikut bergerak atau mengibas tanpa membuatnya benar-benar terbangun.

4. Merespons suara atau bau di sekitar

Indra pendengaran dan penciuman kucing sangat sensitif. Bahkan ketika sedang tidur, anabul ini tetap dapat menangkap suara atau aroma tertentu dari lingkungan sekitar.

Suara pemilik, pintu yang tertutup, hewan lain yang bergerak, atau suara tiba-tiba dapat membuat kucing memberikan respons ringan. Salah satunya berupa ekor yang berkedut atau mengibas meskipun kucing tidak sepenuhnya terbangun.

5. Gerakannya bisa berbeda-beda

Gerakan ekor saat tidur tidak selalu memiliki bentuk yang sama. Kamu mungkin bakal melihat beberapa jenis gerakan berbeda. Kibasan ekor yang lembut, misalnya, berkaitan dengan kedutan otot atau aktivitas saat bermimpi.

Hentakan ekor yang kuat bisa menjadi respons terhadap suara, aroma, atau mimpi yang lebih intens.

Adapun kedutan cepat pada ekor muncul ketika aktivitas otak sedang tinggi, terutama saat tidur REM. Jika kaki dan kumis juga ikut bergerak, kucing mungkin sedang mengalami mimpi yang cukup aktif.

Perlukah pemilik anabul ini khawatir?

Pada umumnya, gerakan ekor yang ringan dan sesekali saat tidur adalah hal yang normal. Kamu tidak perlu membangunkan si meong hanya karena melihat ekornya bergerak.

Namun, jika gerakan terlihat sangat kuat, berlangsung terus-menerus, atau disertai gejala lain seperti kesulitan bernapas, kejang, tubuh kaku, atau perubahan perilaku ketika sudah bangun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan.

Itulah alasan kenapa ekor kucing bergerak saat tidur. Pada dasarnya, ekor yang bergerak saat tidur itu tergolong normal.

(sac/rti)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK