Tak dipungkiri, pemeriksaan keamanan bandara membuat penumpang harus memastikan barang bawaan sesuai dengan aturan sebelum memasuki area keberangkatan.
Lantas, apa yang terjadi pada barang tersita di pemeriksaan bandara jika ada yang tidak diperbolehkan masuk?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, nasib barang tersebut bergantung pada jenisnya, mulai dari dibuang, diserahkan kepada lembaga pemerintah, hingga dijual melalui lelang. Namun, tidak semua barang yang tertinggal di pemeriksaan keamanan otomatis dianggap sebagai barang sitaan.
Melansir dari Transportation Security Administration (TSA), barang yang tertinggal secara tidak sengaja akan diproses berbeda dari barang terlarang yang sengaja ditinggalkan penumpang.
Barang lost and found disimpan setidaknya selama 30 hari untuk memberi kesempatan kepada pemilik mengambilnya kembali. Setelah itu, barang yang tidak diklaim dapat dimusnahkan, diserahkan kepada lembaga negara, atau dijual sebagai barang berlebih.
Barang terlarang tidak selalu disita
Menariknya, petugas keamanan TSA sebenarnya tidak secara otomatis mengambil barang terlarang dari penumpang.
Penumpang memiliki beberapa pilihan ketika barang yang dibawanya tidak diperbolehkan melewati pemeriksaan keamanan, yaitu:
- Menyerahkannya kepada keluarga atau teman yang tidak ikut bepergian.
- Menyimpan barang di kendaraan jika kendaraan diparkir di bandara.
- Memasukkannya ke bagasi tercatat melalui konter maskapai jika barang tersebut diperbolehkan dalam bagasi.
- Meninggalkan barang secara sukarela di titik pemeriksaan.
Jika penumpang memilih opsi terakhir, barang tersebut akan masuk ke proses berbeda dan kemungkinan besar sulit untuk dikembalikan.
Ke mana barang yang ditinggalkan pergi?
Jenis barang menjadi faktor utama yang menentukan apa yang terjadi pada barang tersita di pemeriksaan bandara. Barang berupa cairan, gel, dan aerosol yang dilarang umumnya langsung dibuang karena petugas tidak dapat memastikan apakah isinya telah diubah atau terkontaminasi.
Sementara itu, barang seperti pisau, alat tertentu, dan benda lain yang masih memiliki nilai dapat diserahkan kepada lembaga surplus milik negara. Lembaga tersebut kemudian dapat menjualnya melalui mekanisme lelang.
Hasil penjualan tersebut bukan menjadi keuntungan TSA. Uang dari penjualan barang disimpan oleh negara bagian yang menangani proses tersebut.
Ada barang yang didonasikan
Kemudian, sebagian barang yang ditinggalkan juga dapat diberikan kepada organisasi yang membutuhkan atau dijual oleh lembaga terkait. Beberapa benda bahkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan tertentu, seperti peralatan yang digunakan untuk pelatihan.
Namun, peluang mendapatkan kembali barang yang sudah ditinggalkan secara sukarela sangat kecil. Karena itu, penumpang sebaiknya memeriksa aturan barang bawaan sebelum berangkat.
Bagaimana dengan senjata api?
Senjata api memiliki penanganan yang berbeda karena termasuk kategori dengan risiko lebih serius. Pada 2023, TSA menemukan 6.737 senjata api di titik pemeriksaan bandara di Amerika Serikat dan sekitar 93 persen di antaranya dalam kondisi terisi.
Ketika senjata api ditemukan, petugas TSA wajib menghubungi penegak hukum setempat. Penumpang dapat dikenai sanksi atau ditangkap sesuai hukum yang berlaku.
Jadi, apa yang terjadi pada barang tersita di pemeriksaan bandara sangat bergantung pada jenis barang dan alasan barang tersebut ditinggalkan. Untuk menghindari barang harus ditinggalkan, penumpang sebaiknya memeriksa ketentuan keamanan sebelum menuju bandara.
(gas/asr)

