Jejak Kaki T-rex Pertama yang Ditemukan Bakal Dibawa ke Museum di AS
Jejak kaki dinosaurus jenis Tyrannosaurus rex atau T-rex berusia sekitar 66,5 juta tahun ditemukan di wilayah barat daya North Dakota, Amerika Serikat (AS).
Penemuan ini menjadi yang pertama karena para ilmuwan berhasil mengidentifikasi rangkaian jejak kaki yang diyakini ditinggalkan oleh T-rex dewasa.
Temuan tersebut berada di Formasi Hell Creek, kawasan yang dikenal kaya akan fosil dinosaurus. Jejak kaki itu ditemukan pada 2025 di lahan federal yang dikelola U.S. Forest Service, dekat Marmarth, North Dakota.
Berdasarkan laporan Fox News, hasil penelitian mengenai temuan tersebut kemudian dipublikasikan dalam Journal of Vertebrate Paleontology pada 9 September 2026.
Meski sebelumnya terdapat sejumlah jejak kaki yang ditemukan secara terpisah dan dikaitkan dengan T. rex dewasa, para peneliti mengatakan belum pernah ada rangkaian jejak kaki T-rex dewasa yang dideskripsikan sebelumnya.
Penemuan ini bermula ketika Kent Hups, seorang guru sekolah menengah sekaligus relawan dalam kegiatan penggalian fosil, melihat sebuah bentuk yang tidak biasa di permukaan batuan.
Saat itu, Tyler Lyson, kurator senior paleontologi vertebrata di Denver Museum of Nature & Science, mengaku awalnya masih ragu karena baru satu jejak yang terlihat. "Awalnya saya tidak yakin karena baru ada satu jejak," kata Lyson.
Menurutnya, batuan dapat terkikis dan membentuk berbagai macam bentuk. Namun, tim kemudian menggali lebih jauh ke dalam bukit untuk mencari jejak lainnya.
Sekitar 30 menit kemudian, mereka menemukan jejak kaki ketiga. Dari penggalian tersebut, akhirnya ditemukan sedikitnya empat jejak kaki yang membentuk satu rangkaian.
Jejak tersebut membentang sekitar 23 kaki atau 7 meter. Masing-masing jejak memiliki panjang sekitar 3 kaki atau 1 meter, dengan dua jejak berasal dari kaki kiri dan dua lainnya dari kaki kanan. Jarak setiap langkah mencapai sekitar 13 kaki atau hampir 4 meter.
Para peneliti memperkirakan T-rex tersebut berjalan dengan kecepatan sekitar 3,5-4,5 mil per jam atau sekitar 5,6-7,2 kilometer per jam.
Identifikasi jejak sebagai milik T-rex didasarkan pada ukurannya yang sangat besar, bentuk jari kaki yang ramping, serta banyaknya fosil T-rex yang ditemukan di kawasan sekitarnya.
"Fosil tulang memberi kita banyak informasi tentang hewan-hewan ini, tetapi jejak kaki menangkap sebuah momen perilaku. Dengan rangkaian jejak, kita sebenarnya bisa mengikuti pergerakan seekor hewan ketika melintasi suatu lanskap," ujar Lyson.
Untuk mendokumentasikan temuan, peneliti menggunakan pemindaian permukaan 3D beresolusi tinggi. Teknologi tersebut memungkinkan jejak dianalisis secara detail dan dibuat ulang dalam bentuk model 3D.
Tiga dari jejak kaki tersebut rencananya akan diangkat dari lokasi menggunakan helikopter pada musim gugur 2026 dan dibawa ke Denver Museum of Nature & Science.
Museum berencana melakukan proses konservasi dan membagikan perkembangan penanganan temuan tersebut kepada pengunjung.
Denver Museum of Nature & Science sendiri merupakan museum yang memiliki koleksi di bidang paleontologi, zoologi, antropologi, ilmu antariksa, serta mineral dan batu permata. Museum tersebut juga aktif melakukan penelitian mengenai fosil dan kehidupan prasejarah.
(dsd/wiw)