Turis Asing di Jepang Bisa Naik Shinkansen Gratis, tapi Ada Syaratnya

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 20:45 WIB
Ilustrasi Shinkansen, kereta cepat di Jepang. (Dok. Wikimedia/Andreateletrabajo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang menawarkan kesempatan naik kereta cepat atau Shinkansen secara gratis bagi turis asing yang berkunjung ke Negeri Sakura. Namun, untuk memperoleh kesempatan itu, turis asing harus memenuhi syarat yang berlaku.

Program tersebut diberikan untuk perjalanan dari Fukuoka menuju Prefektur Kagoshima, sebagai upaya pemerintah daerah menarik lebih banyak wisatawan mancanegara sekaligus mendorong mereka menjelajahi wilayah Jepang di luar destinasi populer.

Mengutip VN Express, program uji coba ini dimulai pada 18 September 2026 menggunakan Kyushu Shinkansen.

Turis yang memenuhi syarat dapat memperoleh tiket sekali jalan dari Stasiun Hakata di Fukuoka menuju salah satu dari tiga stasiun di Kagoshima. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 80-90 menit.

Untuk mendapatkan tiket gratis, turis harus tiba di Jepang melalui Bandara Fukuoka dan memesan akomodasi di Prefektur Kagoshima setidaknya satu malam melalui platform perjalanan Klook.

Nilai tiket Shinkansen yang diberikan maksimal 11.420 yen atau sekitar Rp1,27 juta untuk sekali perjalanan. Program ini berlangsung hingga 28 Februari 2027 atau sampai anggaran yang tersedia habis.

Namun, tidak semua turis asing dapat mengikuti program tersebut. Pemerintah Prefektur Kagoshima menetapkan delapan pasar yang menjadi sasaran, yakni Amerika Serikat, Singapura, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, China daratan, Taiwan, dan Hong Kong.

Sayangnya, turis asal Indonesia belum termasuk dalam daftar penerima program ini. Menurut pemerintah setempat, delapan pasar tersebut merupakan bagian dari pasar strategis yang dinilai berpotensi mendatangkan wisatawan ke Kagoshima melalui rute tidak langsung.

Pemerintah Kagoshima menjelaskan bahwa program tersebut bukan sekadar memberikan perjalanan gratis kepada wisatawan yang sudah berada di Jepang.

Kebijakan ini merupakan proyek percontohan untuk menarik turis dari pasar strategis agar memilih Kagoshima sebagai tujuan perjalanan dengan memanfaatkan Fukuoka sebagai pintu masuk.

Kagoshima masih berupaya meningkatkan kembali akses penerbangan internasional langsung. Karena itu, pemerintah daerah ingin mendorong wisatawan yang datang melalui bandara lain di Jepang untuk melanjutkan perjalanan ke Kagoshima.

Fukuoka menjadi salah satu pilihan penting karena merupakan pintu masuk utama menuju Kyushu dan memiliki akses kereta langsung menuju Kagoshima.

Pemerintah Kagoshima juga menjelaskan bahwa wisatawan yang tiba melalui Tokyo atau Osaka sudah memiliki layanan diskon untuk penerbangan domestik menuju Kagoshima.

Sementara itu, wisatawan yang datang melalui Fukuoka belum memiliki insentif serupa untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Shinkansen. Karena itu, tiket kereta gratis diberikan dengan syarat wisatawan menginap setidaknya satu malam di Kagoshima.

Melalui program ini, pemerintah Kagoshima memperkirakan sekitar 20.000 turis asing akan menggunakan fasilitas tersebut. Pengeluaran wisatawan selama berada di Kagoshima diperkirakan mencapai sekitar 1,7 miliar yen atau sekitar Rp189 miliar.

Hasil dari program ini nantinya juga akan dievaluasi untuk melihat alasan wisatawan memilih rute Fukuoka-Kagoshima serta pengalaman mereka selama berada di wilayah tersebut.

Kagoshima berada di ujung selatan Kyushu dan dikenal dengan Sakurajima, yakni gunung berapi aktif yang berada di seberang teluk, serta pemandian air panas, kuliner lokal, dan kekayaan budaya.

Pemerintah setempat berharap turis yang biasanya hanya berkunjung ke destinasi populer seperti Tokyo, Kyoto, atau Osaka dapat memperpanjang perjalanan hingga ke wilayah selatan Jepang.

(dsd/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK