Kala Vibes 'Brasil' Stadion di Jakbar Jadi Magnet Motret hingga Selfie
Jakarta memiliki sejumlah ruang terbuka yang digunakan masyarakat untuk berolahraga. Salah satunya Stadion Taman Sari yang berada di kawasan Jakarta Barat.
Stadion ini belakangan menarik perhatian karena memiliki suasana berbeda dari lapangan sepakbola pada umumnya.
Stadion Taman Sari berada di tengah kawasan permukiman. Lapangan sepakbolanya dikelilingi deretan bangunan tua yang berdiri rapat di belakang sisi lapangan.
Pemandangan tersebut membuat tempat ini tidak hanya digunakan untuk berolahraga, tetapi juga mulai dimanfaatkan warga sebagai lokasi berfoto.
Faktanya, Stadion Taman Sari memiliki sejarah cukup panjang. Melansir Detik, petugas stadion menyebut area itu dulunya merupakan rawa dan tanah kosong. Lahan itu kemudian dihibahkan oleh sebuah perkumpulan Tionghoa untuk dimanfaatkan sebagai tempat olahraga.
Lapangan olahraga di kawasan tersebut mulai terbentuk pada 1970-an. Sementara lapangan sepakbolanya disebut sudah digunakan sekitar 1981.
Petugas stadion juga menyebut kondisi lapangan masih tergolong baru ketika digunakan sebagai lokasi syuting mendiang pelawak Dono Warkop pada 1982.
Stadion ini juga pernah digunakan sebagai markas Persijabarat dan Tunas Jaya sebelum keduanya berpindah ke Stadion Cenderawasih.
Stadion Taman Sari disebut-sebut memiliki "vibes Brasil" karena karakter visualnya. Lapangan tersebut dikelilingi bangunan bertingkat yang sudah berusia puluhan tahun.
Dindingnya memiliki warna dan tekstur yang beragam, sementara sejumlah bagian bangunan terlihat menghitam dan lapisannya mulai terkelupas karena usia.
Selain itu, bangunan di sekitar stadion awalnya memiliki warna hijau dan kuning yang memperkuat kesan suasana lapangan sepakbola mirip di Brasil.
Pemandangan antara lapangan hijau dengan deretan bangunan tua di kawasan padat membuat Stadion Taman Sari memiliki karakter tersendiri.
Bahkan, sejumlah pengunjung meminta agar tampilan bangunan tersebut tidak dicat ulang karena dianggap menjadi bagian dari daya tarik lokasi.
Kondisi tersebut kemudian membuat Stadion Taman Sari tidak hanya didatangi warga yang ingin berolahraga. Anak muda hingga mahasiswa juga datang untuk berfoto.
Petugas stadion mengatakan pernah ada rombongan anak muda dari Depok yang datang khusus untuk melakukan pemotretan. Untuk foto pribadi menggunakan ponsel, pengunjung tidak dikenakan biaya khusus.
Melihat potensi pada stadion tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan akan meninjau kondisinya. Salah satu hal yang dikaji adalah kemungkinan penambahan penerangan agar aktivitas olahraga dapat berlangsung hingga malam.
Sebelumnya, pengelola Stadion Taman Sari memang tengah mengkaji penambahan jam operasional berdasarkan masukan masyarakat.
Hingga 19 September 2026, sekitar 180 warga telah mengisi kuesioner mengenai kebutuhan tersebut. Jika stadion nantinya dibuka hingga malam, penerangan, keamanan, CCTV, dan fasilitas pendukung lainnya juga perlu disiapkan.
Rano menyebut pemasangan penerangan membutuhkan biaya sehingga Pemprov DKI masih akan mengkaji kebutuhan dan kondisinya.
"Tapi gini teman-teman, lapangan dengan penerangan malam itu biayanya besar. Artinya kembali lagi kepada beban nanti yang menggunakan lapangan itu.
Sementara kan di Jakarta ini lapangan kita ini boleh dikatakan gratis. Tapi kalau memang diperlukan lapangan itu untuk penerangan, nanti coba kita lihat," kata Rano Karno, mengutip dari Detik pada Selasa (22/9).
(dsd/wiw)