Bumil kerap cemas? Tenang, Anda tidak sendirian. Momen kehamilan bisa dibawa happy ketika worry bisa diatasi. Bagaimana caranya?
Debi Sagita, content creator, mengaku sempat cemas selama kehamilan. Cemas datang tak hanya soal seperti apa nanti persalinannya tapi juga soal masalah kesehatan yang bisa saja datang saat hamil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya kalau lagi cemas, langsung ngobrol sama support system kayak suami, dokter obgyn, banyak belajar soal kehamilan, new born care. Aku juga belajar sama bidan aku, saudara, sahabat. Habis sharing terus bisa tenang," ujar Debi dalam konferensi pers peluncuran brand ambassador Prenagen di CGV Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (22/9).
Rasa cemas selama kehamilan adalah hal wajar. Bumil bisa saja mencemaskan bagaimana kehadiran bayi akan memengaruhi hubungan dengan teman dan keluarga, kesehatan calon buah hati, proses finansial, dan beban finansial karena anggota keluarga bertambah.
Menghimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan cemas selama kehamilan.
1. Tuang cemas lewat journaling
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memahami rasa cemas. Cek apa yang dirasakan dan pikiran-pikiran yang bermunculan.
Ketika berbagai sensasi dan pikiran itu muncul, coba tulis atau buat daftar. Tulis dengan jujur apa pun yang muncul. Dengan demikian, Anda akan mengenali muasal rasa khawatir itu.
Dengan menulis apa yang jadi kekhawatiran, Anda akan memberikan jarak pada pikiran-pikiran sendiri lalu mulai evaluasi daripada menerimanya sebagai kebenaran atau fakta.
2. Cek apa cemas bisa diarahkan ke hal yang produktif
Rasa cemas ternyata bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah atau disebut productive worry. Hal ini fokus pada saat ini atau yang paling dekat. Anda memikirkan langkah yang perlu diambil untuk kontrol atau mitigasi masalah.
Anda, misal, cemas apa makanan yang dikonsumsi bakal berdampak buruk buat janin. Kecemasan ini kemudian diarahkan untuk mencari tahu ke dokter obgyn makanan yang sebaiknya dikurangi atau dihindari selama hamil.
Seringkali yang terjadi adalah unproductive worry. Bumil mencemaskan hal-hal yang sama sekali tidak bisa dikontrol.
3. Tantang pikiran-pikiran Anda
Saat muncul rasa cemas, coba cek sekaligus tantang pikiran-pikiran yang memicu cemas.
Tantang dengan cara menanyakan antara lain, apa bukti yang mendukung pikiran ini, apa peluang atau kemungkinan yang lain, kalau terjadi skenario buruk apa yang bisa dilakukan.
4. Ajak tubuh untuk rileks
Bumil bisa melakukan aktivitas yang membawa rasa tenang dan rileks seperti yoga, pijat, meditasi, atau sekadar mendengarkan musik favorit.
Cara relaksasi tiap ibu berbeda sehingga jangan ragu untuk mencoba beberapa cara sampai menemukan yang dirasa pas.
5. Cukup tidur dan aktivitas fisik
Bumil harus cukup tidur. Temukan cara terbaik untuk mendapat tidur berkualitas seperti, menetapkan kebiasaan jelang tidur yang menenangkan, memakai bantal khusus bumil, atau menjadwalkan tidur terpisah dengan suami yang kerap mengorok.
Kemudian lakukan aktivitas fisik rutin. Konsultasikan dengan bidan atau dokter obgyn olahraga terbaik sesuai kondisi Anda.
(els)
