Jalur Pendakian Torean Rinjani Ditutup Sementara Imbas Kebakaran

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 14:00 WIB
Imbas kebakaran, jalur pendakian Torean di Gunung Rinjani, NTB, ditutup sementara sejak Rabu (23/9) hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Ilustrasi. Imbas kebakaran di Bukit Setampol, jalur pendakian Torean di Gunung Rinjani, NTB, ditutup sementara sejak Rabu (23/9) hingga pemberitahuan lebih lanjut. (Ramantara via wikimedia commons (CC-BY-SA-4.0))
Jakarta, CNN Indonesia --

Jalur pendakian Torean di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat, ditutup sementara akibat kebakaran hutan yang terjadi di Bukit Setampol, Resor Torean.

"Menyusul terjadinya kebakaran hutan di Bukit Setampol, Resor Torean, pada Selasa 22 September 2026, kami menetapkan penutupan sementara jalur wisata pendakian Torean, Kabupaten Lombok Utara," kata Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan pada Rabu (23/9), dilansir Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan tersebut mulai berlaku pada 23 September 2026 dan diteruskan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Data sementara dari BPBD NTB melaporkan, area yang terdampak kebakaran mencapai 127 hektare dan didominasi vegetasi rumput ilalang. Adapun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Balai TNGR bersama pihak terkait segera melakukan penanganan di lokasi. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan TNI/Polri dan pemangku kepentingan lainnya, serta pemadaman awal yang melibatkan Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Petugas juga melakukan pemantauan perkembangan kebakaran dan evaluasi kondisi di lapangan. Berdasarkan laporan terakhir, hingga Rabu (23/9) sore masih terdapat satu titik api.

Lokasi yang cukup jauh dan berada di area tebing, ditambah kondisi berkabut serta angin, menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Petugas tambahan juga disiapkan untuk membantu pemadaman.

Kepala Balai TNGR Budy Kurniawan mengatakan, penutupan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pendaki sekaligus kelestarian kawasan.

Selain itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani NTB Astekita Ardi, mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk turut serta menjaga kelestarian TNGR.

"Kondisi cuaca saat ini telah memasuki musim kemarau, kami mengimbau para pendaki tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran sampah yang dapat menyebabkan kebakaran hutan," tutur Ardi.

Bagi calon pendaki yang sudah memiliki e-tiket melalui jalur Torean mulai 23 September, Balai TNGR memberikan pilihan untuk melakukan penjadwalan ulang atau mengalihkan pintu masuk dan keluar melalui jalur pendakian lainnya hingga Torean dibuka kembali.

Adapun bagi pendaki yang sedang berada di kawasan Rinjani dan sebelumnya memilih Torean sebagai jalur keluar, dapat menggunakan jalur Sembalun atau Senaru sesuai arahan petugas di lapangan.

Pengunjung juga diimbau untuk tidak memaksakan diri melewati jalur Torean selama masa penutupan.

Pembukaan kembali jalur Torean akan ditentukan setelah dilakukan evaluasi terhadap penanganan kebakaran di Bukit Setampol.

(dsd/rti)
placeholder