Hampir satu abad menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, Bata menegaskan komitmen membangun masa depan bisnis melalui transformasi global yang berfokus pada produk yang lebih relevan, organisasi yang lebih sederhana, serta cara kerja yang lebih efektif.
Hal itu disampaikan Global CEO Bata Group, Panos Mytaros, dalam kunjungannya ke Indonesia pada September 2026. Memasuki satu tahun kepemimpinannya sebagai CEO global, Panos menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang guna memperkuat kembali fundamental bisnis, dan membawa brand lebih dekat kepada konsumen.
Panos menyatakan, transformasi itu tidak bertujuan membuat Bata menjadi brand yang berbeda.
"Kami ingin menyederhanakan cara kami bekerja, menyederhanakan apa yang kami tawarkan, dan yang paling penting, memastikan produk yang kami hadirkan benar-benar memberikan nilai bagi konsumen. Kami ingin membuat Bata lebih mudah dipahami, lebih relevan, dan pada akhirnya lebih dekat dengan konsumen," ujar Panos.
Bagi Bata, simplifikasi bukan sekadar mengurangi kompleksitas internal, melainkan cara untuk memastikan perusahaan dapat bergerak lebih cepat dengan fokus menghadirkan produk yang baik dan relevan bagi konsumen.
![]() |
Panos melihat produk sebagai bagian fundamental dari transformasi Bata. Di tengah banyaknya pilihan alas kaki di pasar, konsumen membutuhkan alasan yang jelas untuk memilih sebuah produk, misalnya soal desain, kenyamanan, kualitas maupun harga.
Karena itu, Bata ingin memastikan portofolio produknya lebih mudah dipahami, serta mampu menjawab berbagai kebutuhan konsumen, mulai untuk penggunaan sehari-hari hingga gaya hidup yang terus berkembang.
Perubahan perilaku konsumen itu mendorong Bata untuk terus beradaptasi. Panos menilai bahwa di balik dinamika itu, kebutuhan fundamental tetap sama, yakni konsumen menginginkan value yang baik, harga yang sesuai, serta pilihan sesuai kebutuhan.
Langkah Bata antara lain adalah memperkuat kehadiran di kanal digital lewat pengembangan platform online, tanpa mengesampingkan peran retail fisik sebagai bagian penting dari pengalaman konsumen.
"Jika kita tidak memberikan pilihan yang mereka butuhkan, mereka akan pergi ke tempat lain. Karena itu, kami harus terus mendengarkan konsumen dan memastikan apa yang kami tawarkan benar-benar relevan," jelas Panos.
Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar Bata dengan hubungan terpanjang. Bagi Panos, sejarah itu menunjukkan peran Indonesia pada masa depan Bata.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia mengakui Bata menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang membutuhkan penyesuaian bisnis guna membangun fondasi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
"Indonesia bukan pasar yang ingin kami tinggalkan. Justru sebaliknya, kami ingin membangun kembali Bata di Indonesia. Kami perlu memiliki fondasi yang stabil, memperkuat retail, memperkuat kehadiran online, dan bekerja bersama franchise lokal. Ambisinya sederhana, kami ingin Bata kembali menjadi nama yang identik dengan sepatu di Indonesia," tuturnya.
![]() |
Bata Kembali: Membangun Relevansi dengan Konsumen
Pendekatan baru ini diyakini membuka ruang bagi Bata untuk menjangkau konsumen dari berbagai generasi. Bagi konsumen lama, brand ini memiliki nilai nostalgia dan kepercayaan.
Sementara bagi generasi yang lebih muda, Bata hadir dengan alasan baru untuk mengenal, mencoba, dan memilih produk berdasarkan penawaran hari ini.
Saat ini, Bata optimistis menyambut masa depan sebagai kesempatan untuk membangun kembali fondasi bisnis dan memperkuat relasi dengan konsumen.
"Kami tidak ingin konsumen memilih Bata hanya karena orang tua mereka pernah memakai Bata. Kami ingin mereka memilih Bata karena apa yang kami tawarkan kepada mereka hari ini," kata Panos.
"Setelah 95 tahun, pesan saya sederhana, Bata kembali. Kami ingin kembali lebih dekat dengan konsumen, kembali relevan, dan terus berkembang bersama Indonesia," pungkasnya.
(adv/adv)

