Pada beberapa jenis kanker seperti kanker payudara dan prostat, tulang menjadi salah satu area yang paling sering mengalami penyebaran, yang tak selalu diiringi gejala sejak awal.
Untuk memitigasinya, ada pemeriksaan pencitraan yang membantu dokter mengevaluasi kondisi tulang secara lebih menyeluruh. Salah satunya adalah Single-Photon Emission Computed Tomography (SPECT) Scan, yang dapat melihat area dengan aktivitas tidak normal, serta mengetahui lokasi temuan secara lebih spesifik.
SPECT Scan akan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kemungkinan penyebaran sel kanker ke tulang (metastasis tulang), termasuk lokasi dan luas area tulang yang terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada praktiknya, pemeriksaan ini menggabungkan informasi fungsional dari SPECT dengan gambaran anatomi dari CT, sehingga dapat membantu dokter mengevaluasi area tulang yang menunjukkan kelainan secara lebih komprehensif.
Dokter Yustia Tuti, Sp.KN-TM, Subsp.Onk (K) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyatakan, informasi tersebut penting dalam menilai kondisi pasien sekaligus mengetahui risiko komplikasi yang mungkin terjadi.
"Pada pasien dengan metastasis tulang, kita perlu melihat bukan hanya apakah terdapat lesi, yaitu area tulang yang menunjukkan kelainan, tetapi juga di mana lokasi penyebaran sel kanker, seberapa luas, dan bagaimana kondisi tulang yang terdampak," tutur dr. Yustia.
Risiko risiko komplikasi pada tulang itu seperti nyeri tulang, fraktur patologis (patah tulang akibat tulang yang melemah), hingga penekanan pada saraf tulang belakang.
"SPECT-CT Scan dapat menjadi bagian penting dalam evaluasi metastasis tulang, sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien," tambah dr. Yustia.
Hasil pemeriksaan juga perlu dinilai untuk mengetahui jika perubahan pada tulang berkaitan dengan penyebaran sel kanker atau kondisi lainnya.
Dokter Andreas Lim, Sp.KN-TM, Subsp. Onk. (K), FANMB dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyebutkan, dokter akan dapat membedakan temuan tersebut lewat SPECT-CT Scan.
"Dengan melihat hasil pemeriksaan SPECT-CT, dokter dapat menilai apakah temuan tersebut lebih mengarah pada metastasis atau perubahan lain pada tulang. Pemeriksaan ini juga dapat membantu memperjelas temuan yang masih meragukan, sehingga langkah evaluasi selanjutnya dapat ditentukan sesuai kondisi pasien," papar dr. Andreas Lim.
Dengan informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi tulang, SPECT-CT menjadikan kinerja dokter lebih efisien, termasuk saat menentukan langkah evaluasi dan penanganan yang sesuai.
Kini, akses terhadap teknologi SPECT-CT semakin mudah diperoleh di dalam negeri, antara lain melalui Poli Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), yang memberi gambaran kondisi tubuh secara menyeluruh (whole-body imaging) sesuai kebutuhan pasien.
Sebagai bagian dari pendekatan Comprehensive Cancer Care, layanan ini terintegrasi dengan Oncology Center Mayapada Hospital yang didukung kolaborasi tim dokter multidisiplin, Tumor Board dalam menyusun rencana perawatan sesuai kondisi pasien, hingga Patient Navigator yang mendampingi pasien selama proses perawatan.
Informasi lebih lanjut bisa diperoleh lewat Call Center Mayapada Hospital 150770, akses aplikasi MyCare, WhatsApp 0817-1715-077, atau layanan Emergency 150990.
Aplikasi MyCare juga dilengkapi fitur Personal Health untuk memantau kebugaran tubuh melalui beberapa indikator seperti detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
(rea/rir)