Alasan Kenapa Jangan Simpan Paspor di Koper Kabin Saat Naik Pesawat
Paspor menjadi salah satu dokumen paling penting saat bepergian ke luar negeri. Karena itu, pelancong disarankan menyimpannya di tempat yang mudah dijangkau dan tidak memasukkannya ke dalam koper kabin.
Pasalnya, koper kabin sewaktu-waktu dapat diminta untuk diserahkan kepada petugas sebelum penumpang naik pesawat. Kondisi ini dikenal sebagai gate-check, yakni ketika tas atau koper kabin dimasukkan ke bagasi pesawat karena ruang penyimpanan di kabin terbatas.
Mengutip Travel + Leisure, pelancong diingatkan mengenai risiko menyimpan paspor di dalam carry-on. Salah satu risikonya adalah ketika koper kabin harus melalui proses gate-check.
Dalam kondisi tersebut, penumpang harus menyerahkan koper kabinnya di gerbang keberangkatan untuk kemudian dimasukkan ke bagasi pesawat. Hal ini lebih mungkin terjadi ketika ruang penyimpanan di kabin penuh atau ukuran koper dianggap terlalu besar.
Masalah dapat muncul jika paspor masih tersimpan di dalam koper yang sudah diserahkan.
Dalam penerbangan internasional, penumpang umumnya perlu melewati pemeriksaan imigrasi sebelum mengambil bagasi dan menjalani proses bea cukai. Tanpa paspor, pelancong dapat mengalami kendala saat pemeriksaan.
Situasi tersebut bahkan berpotensi membuat perjalanan terhambat, termasuk ketika penumpang harus mengejar penerbangan lanjutan. Sebagai contoh, seseorang melakukan perjalanan dari New York menuju Naples dengan transit di Roma.
Jika paspor tertinggal di koper yang sudah masuk bagasi, penumpang dapat menghadapi masalah ketika harus melewati pemeriksaan imigrasi di Roma sebelum melanjutkan penerbangan berikutnya. Namun, risiko kehilangan akses terhadap paspor tidak hanya muncul ketika koper kabin melalui gate-check.
Menyimpan paspor di dalam koper kabin juga dapat menyulitkan ketika koper tidak berada tepat di atas kursi penumpang. Tidak semua penumpang mendapatkan ruang penyimpanan tepat di atas tempat duduknya. Koper bisa saja harus diletakkan beberapa baris di depan atau belakang sehingga lebih sulit diawasi.
Risiko lain adalah koper tertinggal di pesawat setelah penumpang turun. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang terburu-buru atau tidak menyadari ada barang yang masih tersimpan di kompartemen kabin.
Istilah vacation brain juga kerap digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang menjadi lebih mudah lupa atau kurang fokus saat sedang menikmati suasana liburan. Jika paspor tertinggal di dalam pesawat, mengambilnya kembali dapat menjadi sulit, terutama jika pesawat akan segera digunakan untuk penerbangan berikutnya.
Kasus serupa pernah dialami pasangan muda asal Inggris pada 2018. Saat bepergian ke Yunani, mereka tidak sengaja meninggalkan paspor di dalam pesawat. Kepada The Independent, pasangan tersebut mengatakan mereka kemudian dipulangkan ke Inggris menggunakan penerbangan berikutnya, kurang dari satu jam setelah kejadian.
Mereka mengaku diberikan boarding pass dan ditempatkan di penerbangan berikutnya tanpa banyak pilihan. Paspor mereka pada akhirnya tidak pernah ditemukan. Kasus tersebut menunjukkan bahwa kehilangan akses terhadap paspor dapat mengacaukan perjalanan, terutama jika dokumen penting itu ikut terselip atau hilang bersama bagasi.
Cara aman menyimpan paspor
Untuk menghindari masalah tersebut, pelancong disarankan selalu membawa paspor di dalam personal item, seperti tas kecil atau ransel yang berada di dekat penumpang selama perjalanan. Paspor juga dapat disimpan di tas selempang, belt bag, atau pakaian yang memiliki kantong cukup dalam.
Jika menggunakan kantong pakaian, sebaiknya pilih kantong yang memiliki ritsleting dan berada di lokasi yang mudah dijangkau, tetapi tetap aman. Dengan begitu, paspor tetap berada dalam pengawasan penumpang dan dapat segera diambil ketika dibutuhkan untuk pemeriksaan imigrasi atau keperluan perjalanan lainnya.
(dsd/tis)