Jakarta menduduki peringkat ke-140 dari 1.000 kota di dunia dalam laporan Global Cities Index 2026 yang dirilis oleh lembaga riset Oxford Economics.
Capaian kota yang dulu bernama Batavia ini didorong oleh unggulnya pilar modal manusia (human capital) yang berhasil menembus jajaran 25 besar global.
Dalam laporan yang dirilis Senin (28/9), Oxford Economics mengukur performa kota-kota dunia berdasarkan lima pilar utama: ekonomi (economy), modal manusia (human capital), kualitas hidup (quality of life), lingkungan (environment), dan tata kelola (governance).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, Global Cities Index 2026 masih menempatkan New York di posisi puncak sebagai kota terbaik dunia, diikuti oleh London di peringkat kedua dan Paris di peringkat ketiga.
Pencapaian tertinggi Jakarta tercatat pada kategori modal manusia, di mana Jakarta sukses mengamankan posisi ke-23 dunia. Sementara pada pilar ekonomi, Jakarta berada di peringkat ke-59.
Kendati demikian, peringkat Jakarta pada pilar kualitas hidup dan lingkungan masih mencatatkan tantangan cukup besar dengan berada di atas posisi 500.
Berikut perincian peringkat Jakarta pada lima kategori yang dinilai:
- Modal Manusia (Human Capital): Peringkat 23
- Ekonomi (Economy): Peringkat 59
- Tata Kelola (Governance): Peringkat 372
- Lingkungan (Environment): Peringkat 553
- Kualitas Hidup (Quality of Life): Peringkat 561
Proyeksi Pertumbuhan Rumah Tangga Berpendapatan Tinggi
Meskipun indikator kualitas hidup dan lingkungan masih memerlukan pembenahan, Oxford Economics memproyeksikan potensi pertumbuhan ekonomi Jakarta yang cukup pesat dalam beberapa dekade mendatang.
Indeks ini memperkirakan Jakarta akan mengalami pertumbuhan signifikan pada kelompok masyarakat kelas atas. Jakarta diproyeksikan bakal menambah lebih dari 1,7 juta rumah tangga berpendapatan tinggi (high-income households) dalam kurun waktu 25 tahun ke depan.
(wiw)