Aksi Heroik Penerjun Payung Lompat Bantu Korban Pesawat Jatuh di Kebun

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 15:00 WIB
Aksi Heroik Penerjun Payung Lompat Bantu Korban Pesawat Jatuh di Kebun
Ilustrasi penerjun payung lompat dari pesawat. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekelompok penerjun payung profesional melakukan aksi penyelamatan tak biasa dengan melompat langsung dari pesawat mereka demi memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan pesawat tunggal di area ladang jagung.

Peristiwa tersebut terjadi ketika para atlet dari komunitas Skydive Milwaukee tengah bersiap melakukan penerjunan di dekat Bandara Kotamadya East Troy, Wisconsin, Amerika Serikat, mengutip laporan Kepolisian East Troy.

Salah satu penerjun payung, John Bechtel, menuturkan bahwa mereka melihat sebuah pesawat berukuran kecil terbang dengan posisi tidak stabil sebelum akhirnya hilang di balik deretan pepohonan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pesawat itu sedikit miring lalu menghilang di belakang pepohonan. Kami semua duduk menunggu pesawat itu muncul kembali di suatu tempat, tetapi tidak pernah terlihat lagi. Kami saling memandang dan bertanya, 'Apakah kita baru saja melihat pesawat jatuh?'" ujar Bechtel melansir stasiun TV lokal WSMV.

Menyadari situasi darurat tersebut, kelompok penerjun langsung meminta pilot pesawat mereka untuk menentukan titik lompat yang aman agar bisa segera mendarat dekat lokasi kejadian.

Petugas pengontrol lalu lintas udara (air traffic control) memberikan kewenangan penuh kepada pilot untuk merilis para penerjun di atas kawasan insiden kecelakaan.

Seperti dikutip Fox News, para penerjun payung menjadi pihak pertama yang berhasil mencapai titik jatuhnya pesawat di tengah ladang jagung. Mereka langsung menghubungi tim medis darurat sekaligus memberikan pertolongan medis pertama di lokasi.

Salah satu penerjun yang merupakan mantan petugas paramedis dengan cepat menangani salah satu korban yang mengalami cedera kepala serius hingga armada ambulans dan petugas pemadam kebakaran tiba.

Berkat respons cepat dari udara, seluruh penumpang yang berjumlah empat orang di dalam pesawat naas tersebut berhasil selamat.

"Jika kami berangkat lima menit lebih awal, kami tidak akan melihat kecelakaan itu. Jika kami berangkat 15 menit lebih lambat, kami tidak akan bisa menjadi tim pertama yang tiba dan membantu," ungkap Bechtel.

Ia menambahkan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya melompat dari pesawat dalam situasi tanggap darurat resmi.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) hingga kini masih melakukan investigasi mendalam guna memetakan penyebab pasti jatuhnya pesawat kecil tersebut.

(wiw)
placeholder