Percepat Riset Obat, AI Mulai Digunakan Industri Farmasi

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 17:45 WIB
Ilustrasi obat tablet
Ilustrasi. Pengembangan obat berbasis AI mulai dikembangkan. (CNN Indonesia /Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Novo Nordisk menggandeng perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic untuk mempercepat penelitian dan pengembangan obat-obatan baru. Kolaborasi tersebut akan berfokus pada pemanfaatan model AI untuk membantu menjawab sejumlah tantangan dalam proses penemuan obat yang telah diidentifikasi para ilmuwan dan tim komputasi Novo Nordisk.

Kedua perusahaan juga akan mengembangkan solusi untuk mendukung sejumlah alur kerja dan tantangan ilmiah, terutama yang berkaitan dengan penalaran biologis atau biological reasoning. Langkah ini diharapkan dapat membantu peneliti memahami biologi manusia dan mekanisme kerja obat dengan lebih baik sekaligus mempercepat proses dari penelitian hingga obat dapat dikembangkan dan dipasarkan.

"AI dapat membantu kami meningkatkan produktivitas R&D dan mempersingkat proses dari penelitian hingga produk dipasarkan," kata Presiden dan CEO Novo Nordisk Mike Doustdar mengutip Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Doustdar, pemanfaatan AI tidak hanya berpotensi meningkatkan efisiensi penelitian dan pengembangan (R&D), tetapi juga membuka peluang ilmiah baru.

"Lebih dari itu, teknologi AI juga dapat membuka peluang ilmiah yang benar-benar baru serta membantu kami memahami biologi manusia dan mekanisme kerja obat dengan lebih baik," ujarnya.

Sebagai tahap awal, Novo Nordisk akan menguji model AI Anthropic, termasuk Claude Science, dalam sejumlah alur kerja R&D. Pengujian akan difokuskan pada persoalan ilmiah yang dinilai paling berpotensi mendapatkan manfaat dari kemampuan kedua perusahaan.

AI juga akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan perangkat lunak di Novo Nordisk. Pengembangan ini dinilai menjadi salah satu bagian penting untuk memperluas penggunaan AI di berbagai lini perusahaan.

Sebelumnya, Novo Nordisk juga telah menggunakan Claude untuk mengotomatisasi pembuatan laporan uji klinis. Teknologi tersebut membantu memangkas waktu pembuatan sejumlah dokumen untuk pasien dari hitungan bulan menjadi hanya beberapa menit.

AI untuk percepat penemuan obat

Pemanfaatan AI dalam industri farmasi semakin berkembang seiring perusahaan obat mencari cara untuk mempercepat proses R&D dan meningkatkan efisiensi pengembangan produk. CEO Anthropic Dario Amodei mengatakan perkembangan teknologi AI berpotensi mempercepat terobosan di bidang biologi dan kedokteran secara signifikan.

"Dengan kemampuan AI yang terus meningkat, terobosan di bidang biologi dan medis yang biasanya dicapai dalam satu abad berpotensi dapat terwujud hanya dalam satu dekade," kata Amodei.

Ia mengatakan akses terhadap model AI mutakhir dapat membantu para peneliti memperpendek waktu penelitian sekaligus meningkatkan hasil penelitian.

"Dengan memberikan akses kepada para peneliti terkemuka terhadap model AI mutakhir yang aman, mumpuni, dan tepercaya, kami dapat mempersingkat waktu penelitian, meningkatkan hasilnya, serta menemukan obat-obatan dan terapi yang secara signifikan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia," ujarnya.

Meski demikian, kolaborasi Novo Nordisk dan Anthropic akan dilengkapi tata kelola data serta pengawasan manusia. Hal ini dilakukan untuk memastikan penggunaan AI tetap bertanggung jawab dan mengikuti standar etika serta kepatuhan perusahaan.

Bagi Novo Nordisk, kerja sama tersebut menjadi bagian dari ambisi perusahaan untuk memperluas pemanfaatan AI dalam penelitian, pengembangan obat, hingga operasional perusahaan. Dengan pemanfaatan AI di berbagai tahapan tersebut, teknologi diharapkan bukan hanya mempercepat proses pengembangan obat, tetapi juga membantu peneliti menemukan pendekatan baru dalam memahami penyakit dan mengembangkan terapi bagi pasien.

(tis/tis)
placeholder