Anak belajar dan berkembang melalui hal-hal yang dilakukannya setiap hari. Namun orang tua tak harus memaksa anak belajar atau mengandalkan les mahal untuk mendukung kecerdasannya.
Ada sejumlah kebiasaan sederhana buat anak cerdas yang bisa dimulai di rumah, sesuai usia dan minatnya. Berikut ini sejumlah kebiasaan yang membantu anak mengembangkan kecerdasannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ajak anak bermain sambil berpikir
Mengutip All Pro Dad, sediakan permainan sesuai usia, seperti puzzle, balok, catur, atau board game lainnya. Anak bisa berlatih memecahkan masalah, mengenali pola, menyusun strategi, dan bersabar.
Temani si kecil bermain dengan pertanyaan sederhana, tanpa buru-buru memberi jawaban. Pilihlah permainan yang menyenangkan, jangan sampai dibikin seperti ujian.
2. Biasakan bergerak aktif
Berlari, bersepeda, menari, atau bermain bola bisa membantu anak melatih tubuh dan inderanya. Soalnya, aktivitas fisik mendukung kebugaran, suasana hati, kepercayaan diri, dan kesiapan belajar.
Jadi, jadwalkan waktu bermain di luar rumah bila memungkinkan. Tidak harus berupa olahraga teratur, yang penting anak bergerak dengan aman dan gembira.
3. Kenalkan musik
Musik mengajak anak mengenali irama dan bunyi, sekaligus berekspresi. Jadi, bernyanyi, mendengarkan lagu, atau mencoba alat musik bisa memperkaya pengalaman anak.
Tak perlu menargetkan anak jadi musisi hebat. Biarkan ia memilih lagu atau alat yang disukai dan nikmati prosesnya bersama.
4. Bikin baca buku jadi rutinitas
Bacakan buku sejak dini dan sediakan bacaan menarik di rumah. Rutin membaca bisa memperkenalkan anak pada kosakata, pengetahuan, dan sudut pandang baru.
Luangkan waktu setiap hari untuk membaca bersama, misalnya sebelum tidur, lalu ajak anak bercerita tentang bagian favoritnya.
5. Cukupi waktu tidur
Tidur membantu anak beristirahat dan siap beraktivitas keesokan hari. Buat jadwal konsisten, kurangi penggunaan gadget, dan ciptakan suasana kamar nyaman.
Kebutuhan tidur berbeda menurut usia, jadi ikuti anjuran dokter. Istirahat cukup membantu anak berkonsentrasi dan mengelola suasana hati.
6. Sajikan makanan bergizi
Berikan makanan beragam dan teratur, lengkap dari sumber protein, sayur, buah, serta zat besi. Nutrisi tepat bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak. Kenalkan pilihan makanan sehat tanpa perlu memaksa anak.
7. Dorong anak lakukan olahraga tim sesuai minat
Jika anak tertarik dan kondisinya memungkinkan, olahraga seperti sepak bola dapat mengajarkan disiplin, kerja sama, dan kebiasaan berlatih.
Menurut laman Fatherhood, latihan rutin juga membantu anak mengatur waktu, termasuk untuk belajar. Sesuaikan olahraga dengan kemampuan dan kenyamanan anak, serta apresiasi usaha, bukan hanya kemenangan.
Itu dia beberapa kebiasaan sederhana buat anak cerdas. Tak harus selalu duduk dan belajar, memberikan nutrisi, waktu tidur, hingga aktivitas yang seimbang dapat menudung perkembangan otak anak.
(rti)
