Tidak semua tempat wisata mampu bertahan dalam jangka panjang. Sejumlah taman hiburan, hotel, hingga museum di berbagai negara akhirnya ditutup dan ditinggalkan begitu saja.
Penyebabnya beragam. Ada yang kehilangan pengunjung akibat masalah keuangan, ada yang tutup karena perubahan pengelolaan, dan ada pula yang ditinggalkan setelah bencana atau konflik.
Seiring waktu, bangunan-bangunan tersebut mulai rusak dan ditumbuhi tanaman liar. Suasananya pun jauh berbeda dari masa kejayaan ketika tempat-tempat itu ramai dikunjungi wisatawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tak lagi beroperasi, sejumlah tempat wisata terbengkalai masih menarik perhatian karena sejarah dan keunikan bangunannya. Beberapa di antaranya memiliki cerita tersendiri, mulai dari taman hiburan yang terinspirasi Disneyland hingga hotel mewah yang pernah dikunjungi mantan Presiden Irak Saddam Hussein.
Dikutip dari Daily Mail, berikut sembilan tempat wisata terbengkalai di dunia yang menyimpan kisah tersendiri:
1. Dunblobbin, Inggris
Dunblobbin merupakan bagian dari Crinkley Bottom, sebuah atraksi hiburan di Somerset, Inggris, yang terinspirasi dari acara televisi anak-anak Noel's House Party. Tempat ini dibuka pada 1990-an untuk menghadirkan pengalaman hiburan bagi keluarga.
Namun, atraksi tersebut tidak bertahan lama. Setelah Crinkley Bottom ditutup, kawasan ini ditinggalkan dan bangunannya perlahan mengalami kerusakan. Sisa fasilitasnya menjadi pengingat destinasi hiburan yang pernah menarik perhatian pengunjung.
2. Haludovo Palace Hotel, Kroasia
Haludovo Palace Hotel terletak di Pulau Krk, Kroasia. Hotel mewah ini dibuka pada 1970-an dengan fasilitas dan arsitektur yang mencerminkan kemewahan pada masanya. Hotel tersebut juga dikenal karena pernah dikunjungi Saddam Hussein, mantan Presiden Irak.
Meski sempat menjadi simbol kemewahan, hotel ini akhirnya mengalami kemunduran hingga berhenti beroperasi. Bangunannya kemudian terbengkalai, menyisakan kamar-kamar kosong dan fasilitas yang semakin rusak. Kini, hotel tersebut menjadi salah satu bangunan terbengkalai yang mencolok di Kroasia.
3. Arndale Underground Market, Inggris
Arndale Underground Market berada di Manchester, Inggris, dan merupakan bagian dari kawasan pusat perbelanjaan Arndale. Area bawah tanah ini pernah menjadi tempat bagi sejumlah kios dan usaha kecil yang melayani pengunjung pusat kota.
Seiring perubahan kawasan dan perkembangan pusat perbelanjaan, pasar bawah tanah tersebut tidak lagi beroperasi seperti sebelumnya. Sebagian areanya kemudian ditinggalkan, menyisakan lorong dan ruang komersial yang tidak lagi aktif.
4. Camelot Theme Park, Inggris
Camelot Theme Park terletak di Lancashire, Inggris. Taman hiburan ini mengusung tema legenda Raja Arthur dan para ksatria Meja Bundar, dengan berbagai wahana serta atraksi keluarga, termasuk roller coaster. Suasananya dirancang menyerupai dunia abad pertengahan.
Namun, taman hiburan tersebut akhirnya ditutup pada 2012 setelah menghadapi berbagai tantangan bisnis. Sejak itu, wahana dan bangunannya tidak lagi digunakan. Area yang dahulu dipenuhi pengunjung kini menyisakan fasilitas hiburan yang terbengkalai.
5. Royal Marines Museum, Inggris
Royal Marines Museum berada di Portsmouth, Inggris, dan didedikasikan untuk sejarah Korps Marinir Kerajaan Inggris. Museum ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan perjalanan, tugas, dan kehidupan para personel marinir.
Museum tersebut kemudian ditutup di lokasi lamanya sebagai bagian dari perubahan pengelolaan dan pemindahan koleksi. Penutupan itu membuat bangunan lama kehilangan fungsinya sebagai tempat pameran. Meski demikian, sejarah yang pernah disajikan di museum tersebut tetap menjadi bagian penting dari warisan militer Inggris.
6. Nara Dreamland, Jepang
Nara Dreamland di Jepang, terinspirasi Disneyland. (thecrypt via Wikimedia Commons) |
Nara Dreamland merupakan taman hiburan di Nara, Jepang, yang dibuka pada 1961. Taman ini dikenal memiliki desain yang terinspirasi Disneyland di California, Amerika Serikat, lengkap dengan kastel, wahana, dan berbagai area hiburan keluarga.
Seiring waktu, persaingan dengan taman hiburan lain membuat jumlah pengunjungnya menurun. Nara Dreamland akhirnya ditutup pada 2006. Wahana-wahana yang ditinggalkan sempat menarik perhatian para penggemar bangunan terbengkalai sebelum kawasan tersebut dibongkar pada 2010-an.
7. Pleasure Island, Inggris
Pleasure Island merupakan taman hiburan di Cleethorpes, Inggris, yang menawarkan berbagai wahana dan atraksi untuk pengunjung dari beragam usia. Taman ini pernah menjadi salah satu pilihan rekreasi keluarga di kawasan tersebut.
Namun, Pleasure Island ditutup pada 2016 setelah menghadapi kesulitan bisnis. Setelah penutupan, sebagian besar fasilitasnya tidak lagi digunakan dan kawasan tersebut mengalami perubahan.
8. Lake Shawnee Amusement Park, Amerika Serikat
Lake Shawnee Amusement Park berada di West Virginia, Amerika Serikat. Taman hiburan ini dibuka pada 1920-an dan menyediakan berbagai wahana bagi masyarakat setempat. Lokasinya kemudian dikenal karena sejarah panjang serta cerita-cerita yang berkembang mengenai kawasan tersebut.
Taman ini akhirnya ditutup pada 1960-an. Sejak itu, sejumlah wahana dan fasilitasnya dibiarkan terbengkalai. Tempat tersebut juga kerap dikaitkan dengan kisah paranormal yang menambah daya tariknya bagi sebagian pengunjung.
9. Taman Hiburan Pripyat, Ukraina
Taman hiburan Pripyat berada di kota Pripyat, Ukraina, tidak jauh dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl. Taman ini memiliki sejumlah wahana, termasuk bianglala berwarna kuning yang kemudian menjadi salah satu simbol visual kota yang ditinggalkan.
Taman tersebut tidak pernah benar-benar beroperasi secara normal. Pembukaannya direncanakan pada 1 Mei 1986, tetapi kecelakaan nuklir Chernobyl pada 26 April 1986 menyebabkan penduduk Pripyat dievakuasi. Akibatnya, taman hiburan tersebut ikut ditinggalkan dan menjadi bagian dari kawasan yang terdampak bencana nuklir.
Kini, Pripyat dikenal sebagai kota terbengkalai yang menyimpan sejarah kelam bencana Chernobyl. Akses ke kawasan tersebut dibatasi untuk alasan keselamatan, sehingga kunjungan harus mengikuti ketentuan dan aturan yang berlaku.
(wiw/tis)


