Mengenal 5 Tanda Cedera Olahraga Anak yang Perlu Penanganan di IGD

Mayapada Hospital | CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 14:58 WIB
Mayapada Hospital
Ilustrasi penanganan cedera anak. (Foto: Arsip Mayapada Hospital)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cedera saat berolahraga dapat dialami anak ketika mengikuti kegiatan di sekolah, ekstrakurikuler, maupun latihan olahraga. Orang tua perlu mengenali tanda-tanda cedera yang membutuhkan penanganan medis segera agar anak mendapatkan pemeriksaan dan perawatan sesuai kondisinya.

Cedera seperti terkilir saat bermain futsal, terjatuh ketika berlatih basket, atau terbentur saat bermain sepak bola kerap menimbulkan kekhawatiran. Orang tua perlu menilai apakah cedera dapat ditangani dengan pertolongan awal di rumah atau memerlukan pemeriksaan di instalasi gawat darurat (IGD).

Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Herlina, mengatakan orang tua perlu memperhatikan tingkat nyeri, kemampuan bergerak, dan perubahan perilaku anak setelah mengalami cedera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat anak mengalami cedera, hentikan aktivitas, istirahatkan, dan lindungi bagian tubuh yang cedera dari benturan atau beban tambahan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10).

Sebagai pertolongan awal, orang tua perlu menghentikan aktivitas anak, mengistirahatkan tubuhnya, dan melindungi bagian yang cedera dari benturan atau beban tambahan. Jika muncul bengkak, kompres dingin dapat diberikan.

Namun, cedera tertentu membutuhkan penanganan medis segera. Herlina pun mengingatkan orang tua untuk membawa anak ke IGD apabila ditemukan tanda-tanda yang mengindikasikan kondisi lebih serius.

"Segera bawa anak ke IGD jika mengalami nyeri yang tidak kunjung hilang atau semakin berat, baik setelah beristirahat maupun setelah diberikan pereda nyeri, bengkak yang muncul dengan cepat atau cukup besar, atau tidak dapat menapak, berjalan, atau menggunakan bagian tubuh yang cedera," tegas dia.

Tanda berikutnya adalah bentuk atau posisi anggota tubuh yang terlihat tidak normal. Orang tua juga perlu mewaspadai perdarahan yang sulit dihentikan serta bagian tubuh yang tampak pucat atau kebiruan, kebas, maupun terasa dingin.

Cedera yang disertai benturan kepala juga perlu mendapat perhatian khusus, terutama jika anak kehilangan kesadaran, mengalami muntah berulang, kejang, kebingungan, atau perubahan perilaku.

"Jika terdapat salah satu tanda tersebut, orang tua sebaiknya tidak menunggu keluhan membaik sendiri karena kondisi ini dapat mengindikasikan cedera yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut," kata Herlina.

Setelah cedera ditangani, anak juga perlu menjalani pemulihan sebelum kembali berolahraga dengan intensitas tinggi. Proses ini perlu disesuaikan dengan jenis dan tingkat cedera agar tubuh siap menjalani aktivitas fisik kembali.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Kuningan, dr. Elsye, mengatakan evaluasi medis dapat membantu menentukan kesiapan anak untuk kembali berolahraga.

"Pemulihan perlu dilakukan secara bertahap sesuai jenis dan tingkat cedera," imbuhnya.

Menurut dia, evaluasi oleh dokter spesialis kedokteran olahraga dapat mencakup penilaian kemampuan gerak, fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan, dan fungsi bagian tubuh yang cedera. Pemeriksaan tersebut juga membantu menentukan tahapan kembali berolahraga (return to sport) berdasarkan jenis cedera, jenis olahraga, dan tuntutan aktivitas anak.

Elsye juga mengingatkan bahwa anak yang kembali berolahraga sebelum kondisinya siap berisiko mengalami cedera berulang. Karena itu, kesiapan fisik perlu menjadi pertimbangan sebelum anak melanjutkan latihan atau mengikuti pertandingan.

Dalam rangka mendukung penanganan kondisi darurat, Mayapada Hospital menyediakan layanan Pediatric Emergency yang siaga 24 jam dengan dukungan dokter spesialis anak. Rumah sakit tersebut menyatakan layanan ini menerapkan protokol internasional sesuai akreditasi Joint Commission International (JCI).

Mayapada Hospital juga menyediakan layanan Pediatric Center untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Layanan tersebut tersedia di Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan), Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Jakarta Timur.

Masyarakat yang ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis anak dapat menghubungi Call Center 150770 atau WhatsApp 0817-17-150770. Informasi kesehatan dan layanan Mayapada Hospital juga tersedia melalui fitur Health Articles & Tips di aplikasi MyCare.

(rir)