Thailand Mau Patok Turis Rp1,3 Juta Sekali Jalan

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Okt 2026 12:30 WIB
Thailand sedang menggodok rencana untuk mengenakan biaya ke wisatawan asing sebesar 2.570 baht atau sekitar Rp1,3 juta.
Thailand sedang menggodok rencana untuk mengenakan biaya ke wisatawan asing sebesar 2.570 baht atau sekitar Rp1,3 juta. (AFP/Manan Vatsyayana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand sedang menggodok rencana untuk mengenakan biaya ke wisatawan asing sebesar 2.570 baht atau sekitar Rp1,3 juta.

Dilansir dari The Nation Thailand, tarif ini mencakup biaya layanan penumpang internasional sebesar 1.120 baht yang telah dikenakan oleh Airports of Thailand Public Company Limited (AOT), serta tambahan biaya turis asing sebesar 450 baht dan pajak keberangkatan sebesar 1.000 baht.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biaya turis asing dan pajak keberangkatan masih berupa usulan. Sementara itu, biaya yang dipatok AOT telah meningkat dari semula 730 baht menjadi 1.120 baht per 20 Juni 2026.

Menurut operator bandara, kenaikan biaya ini dimaksudkan untuk mendukung peningkatan standar layanan. Biaya untuk penumpang domestik sendiri masih tetap di angka 130 baht.

Usulan mengenai biaya turis asing sementara itu merupakan proposal dari Kementerian Pariwisata dan Olahraga. Tarif ini pertama-tama akan dipatok kepada wisatawan yang datang melalui jalur udara. Setahun berikutnya, wisatawan dari jalur darat dan laut juga akan dikenakan biaya serupa.

Wacananya, biaya ini akan disetorkan ke Dana Promosi Pariwisata. Sebagian dari hasil tersebut akan dipakai untuk membiayai asuransi bagi wisatawan yang membayar, dan sebagian lagi untuk mendukung restorasi dan pengembangan pariwisata Thailand.

Untuk pajak keberangkatan, tarif ini diusulkan oleh Departemen Pendapatan di bawah Kementerian Keuangan.

Berbeda dengan biaya turis, pajak keberangkatan akan berlaku untuk pelancong dari semua kewarganegaraan, termasuk warga Thailand sendiri.

Berdasarkan proposal departemen, biaya ini mula-mula akan ditarik dari penumpang pesawat, sebelum diperluas bagi penumpang darat dan laut.

Penumpang pesawat rencananya akan dikenakan biaya 1.000 baht setiap kali mereka meninggalkan Thailand. Dalam proposal, ditetapkan bahwa tarif maksimum perjalanan yakni 5.000 baht per keberangkatan.

Asosiasi Hotel Thailand (THA) telah menentang wacana ini karena berisiko melemahkan permintaan perjalanan udara, yang pada akhirnya berdampak pada seluruh rantai pasokan pariwisata, termasuk hotel dan bisnis lokal.

THA juga khawatir biaya ini akan membuat warga Thailand ogah bepergian ke luar negeri, sehingga mengurangi kelayakan rute internasional bagi maskapai penerbangan dan mengurangi ketersediaan penerbangan bagi wisatawan mancanegara.

Asosiasi secara resmi meminta pemerintah menarik proposal tersebut atau setidaknya melakukan penilaian komprehensif terhadap dampak ekonominya.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Thailand mendukung penuh rencana ini karena dana yang dihasilkan dapat mengurangi risiko rumah sakit tidak menerima bayaran atas tagihan medis wisatawan asing.

Menteri Kesehatan Masyarakat Pattana Promphat mengatakan survei awal terhadap puluhan rumah sakit regional menemukan bahwa RS menanggung biaya perawatan yang tidak tertutupi sebesar beberapa miliar baht setiap tahun yang melibatkan pasien asing.

"Sebelumnya kami telah melakukan survei pendahuluan terhadap lebih dari 30 rumah sakit regional dan menemukan bahwa kami memiliki piutang macet senilai beberapa miliar baht setiap tahunnya," kata Pattana.

https://www.nationthailand.com/news/policy/40071967

Menteri Pariwisata dan Olahraga Surasak Phancharoenworakul pada 6 Oktober mengatakan bahwa banyak RS Thailand hanya mendapat bayaran 9,935 miliar baht dari yang semestinya 16,957 miliar baht.

(blq/bac)
placeholder