Pilih Telur Cangkang Putih atau Cokelat, Mana yang Lebih Baik?
Kita sudah terbiasa melihat telur dengan cangkang warna cokelat. Namun jika mengunjungi toserba, tak jarang pula menemukan telur dengan cangkang warna putih.
Kadang beda warna cangkang bikin kita bertanya-tanya, apa bedanya? Apakah ada perbedaan signifikan dalam hal nutrisi dan rasa? Simak ulasan berikut ini.
Mengapa warna cangkang telur bisa berbeda?
Sebelum menentukan pilihan, kenali terlebih dahulu apa yang bisa membuat warna telur berbeda.
"Jika berbicara tentang telur putih versus telur cokelat, perbedaan terbesarnya adalah jenis ayam yang bertelur," kata Tanner Pace, seorang peternak telur di Pace Valley View Farm, AS, seperti dilansir dari Allrecipes.
Ia menjelaskan, sebagian ras ayam secara alami menghasilkan telur putih, sedangkan ras lainnya menghasilkan telur cokelat. Jadi, warna telur yang tersedia bergantung pada jenis ayam yang dipelihara peternak.
Warna cokelat juga bukan berarti telur lebih alami. Menurut Tracy Ramsdell, Direktur Pemasaran Peternakan Dakota Layers, anggapan bahwa telur cokelat lebih bergizi daripada telur putih merupakan kesalahpahaman.
"Warna cangkang tidak menunjukkan perbedaan kualitas, rasa, atau nutrisi. Kecuali telur telah ditingkatkan nutrisinya secara khusus melalui pakan ayam, pembeli dapat mengharapkan nutrisi berkualitas tinggi yang sama dari telur cokelat dan putih," kata Ramsdell.
Lalu bagaimana dengan warna kuning telur yang berbeda, misalnya berwarna oranye? Apakah warna cangkang juga bisa memengaruhi kepekatan warna kuning telur? Ternyata tidak.
"Warna kuning telur lebih banyak memberi tahu Anda tentang apa yang telah dimakannya. Itulah mengapa Anda dapat menemukan kuning telur yang cerah di dalam telur cokelat, putih, bahkan biru," ujar Pace.
Apakah kandungan nutrisi dan rasanya sama?
Adapun menurut laman Southern Living, kandungan gizi telur putih dan cokelat hampir sama. Keduanya menyediakan protein, lemak, vitamin, dan zat gizi lain, tanpa perbedaan khusus yang disebabkan oleh warna cangkangnya.
Kalau sebuah produk telur memiliki kandungan gizi khusus, misalnya omega-3 yang lebih tinggi, hal itu biasanya terkait dengan pakan ayam yang diformulasikan secara khusus, bukan warna telurnya.
Pakan, kesehatan, dan lingkungan pemeliharaan ayam memang bisa memengaruhi karakteristik telur. Itulah mengapa informasi tentang cara pemeliharaan dan pakan penting untuk diperhatikan ketimbang sekadar memilih warna cangkang telur.
Lalu bagaimana dengan rasa? Warna cangkang juga bukan penentu rasa. Kesegaran telur dan pakan ayam lebih mungkin memengaruhi rasa. Baik telur putih maupun cokelat dapat direbus, digoreng, atau digunakan untuk membuat kue dengan cara yang sama.
Jadi, sebaiknya pilih yang mana?
Kalau Anda sedang memilih antara telur cangkang putih dan cokelat, sesuaikan saja dengan ketersediaan, harga, serta preferensi pribadi.
Yang lebih penting, pilih telur dengan cangkang utuh dan bersih, perhatikan tanggal kedaluwarsa pada kemasan jika ada, lalu simpan dengan benar.
Singkatnya, tidak ada pemenang berdasarkan warna cangkang. Telur terbaik adalah telur yang segar, ditangani dengan baik, dan sesuai dengan kebutuhan Anda.
(rti)